Selasa, 30 Juli 2013

PERGUNAKANLAH APA YANG ANDA MILIKI

Menanggapi permintaan Elia, seorang janda di Zarfat berkata,"Demi Tuhan, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli- buli."
1 Raja- raja 17: 12
Banyak di antara kita yang tanpa sadar berkeinginan agar Allah memberikan apa yang tidak kita miliki. Sementara kita sendiri menolak untuk mempergunakan apa yang kita miliki. Yang kita inginkan adalah sesuatu yang "siap pakai" jatuh keatas kita dari surga seperti adonan dan siap untuk dinikmati.
Allah menghendaki lain. Ia sedang memperhatikan apakah kita, dengan iman kita, telah mengambil sedikit tepung dan minyak yang kita miliki dan mempergunakannya. Bila kita bersedia, Ia akan menemui kita dengan kuasa-Nya yang ajaib dan mengubah bahan- bahan tak berarti yang kita miliki menjadi sesuatu yang dapat memuliakan Allah.
Sudahkah kita mempergunakan apa yang kita miliki sekarang? Karunia- karunia yang berupa anugerah, kemampuan, harta benda, kesempatan, ladang- ladang pelayanan, serta hal- hal lain yang kita tahu dapat kita lakukan saat ini?Apabila tidak, maka kita tidak perlu menghabiskan waktu kita dan waktu Allah dengan doa- doa yang tidak berbuah untuk hal- hal yang lebih besar dan lebih baik. Sebab Allah akan menambahkan karunia- Nya saat kita mempergunakan apa yang telah kita terima dan miliki.
Allah akan memberikan kita pengetahuan akan firman Allah setelah kita melakukan apa yang telah kita terima dan ketahui sekarang. Bila kita menolak menjadi pelaku- pelaku Firman dan berhenti berjalan di dalam ketaatan, Allah pun akan berhenti memberikan pengertian yang segar dari firman-Nya.
"Manna" dari Allah bagi bangsa Israel jatuh di malam hari setelah mereka melalui hari yang dipenuhi oleh ketaatan. Lebih daripada itu, pengertian akan firman Allah yang segar dan baru akan jatuh atas jiwa- jiwa yang lapar setelah kita mengerjakan dengan taat apa yang kita ketahui. Pada saat kita berhenti bergerak maju di dalam ketaatan kita pada masa ujian, Allah akan menahan "manna"-Nya dari kita. Dan tingkap- tingkap surga akan tetap tertutup sampai kita mengakui dosa- dosa kita dan kembali kepada ketaatan.
Dengan ketaatan kita harus terus bergerak maju bila kita ingin dengan sungguh- sungguh menerima lebih banyak lagi pengetahuan akan Allah. "Dan apa yang telah kamu pelajari, dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar, apa yang telah kamu lihat pada- Ku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu"
Filipi 4:9; 2 Petrus 1:8
Tuhan akan menambahkan wewenang kita saat kita melaksanakan kesanggupan kita menangani wewenang apa pun yang telah dipercayakan -Nya kepada kita."....engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota" (Lukas 19:17; Kejadian 39:1-4;21-23;41:41). Inginkah kita memiliki pekerjaan yang lebih besar, tanggung jawab yang lebih luas, yang sebenarnya mungkin jauh dari apa yang dapat kita tangani dengan apa yang kita miliki sekarang? "Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau akan berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan  engkau perbuat di hutan belukar sungai Yordan?
Yeremia 12:5.
Sesungguhnya kita tidak mengetahui apa yang kita minta. "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta"
Matius 20:22.
Ada kalanya kita hanya bisa mensyukuri hal-hal yang spektakular dan lupa berterimakasih atas hal-hal yang menurut kita kecil. Hargailah pemberian Tuhan sekecil apapun juga, maka Dia yang memberikan akan sangat berkenan kepada kita. Janganlah pernah menyesali apalagi iri hati atas apapun yang belum kita milki. Bersyukurlah atas anugerah dan kasih karunia-Nya yang begitu berlimpah-limpah.
Marilah kita mencapainya dengan tanggung jawab yang ada pada kita masing- masing. Saat kita meletakkan tangan kita di atas alat pembajak untuk membajak, kita mengetahui di dalam hati kita bahwa melalui Yesus Kristus yang ada di dalam kita, kita sanggup melakukan segala sesuatu, yaitu segala sesuatu yang telah Allah tetapkan dan berikan bagi kita. Dan Allah akan mempercayakan kita dengan hal- hal yang lebih besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar