Selasa, 30 Juli 2013

MENGHORMATI ORANG TUA

Di dalam Ulangan 5:16, Tuhan berfirman “Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, supaya lanjut umurmu.” Ini merupakan perintah yang diberikan Tuhan, bukan sekedar nasihat semata. Adalah suatu keharusan bagi setiap kita untuk menghormati orang yang lebih tua dari kita, terutama terhadap kedua orang tua kita. Hal ini dikarenakan orang tua kita bertindak sebagai wakil Tuhan untuk anak-anaknya dalam hal mengasihi, memelihara, mengasuh dan juga memperhatikan kita.
Firman Tuhan juga memerintahkan agar anak-anak memiliki rasa hormat dan takut kepada orang tuanya seperti setiap anak-anak Tuhan takut akan Tuhan. Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” (Amsal 1:7)
Takut di sini bukan berarti rasa takut seperti seorang anak yang telah mencuri uang dan ketahuan ayah ibunya atau seorang pencuri yang takut terhadap polisi, dan sebagainya. Rasa takut yang seperti itu menyebabkan anak-anak bersikap sebaik mungkin kepada orang tuanya supaya jangan sampai membuat kesalahan dan menyakiti hatinya, agar tidak sampai mendapat hukuman. Sudah sepantasnya jika seorang anak menghormati dan takut kepada kedua orang tuanya sebab memang orang tua adalah orang-orang yang sangat terhormat bagi anak-anak, ibarat pahlawan tanpa tanda jasa, yang setiap saat siap menolong, melindungi dan mencintai kita lebih daripada semua orang lain di dunia ini.
Namun di zaman sekarang ini banyak sekali anak-anak yang memberontak dan melawan orang tua bahkan tidak jarang ditemukan kasus anak-anak yang meremehkan dan merendahkan orang tua mereka sendiri padahal dalam kitab Ulangan 27:16a mengatakan “Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya.”
Bersikap hormat dan takut kepada orang tua tidak berlaku hanya untuk anak-anak yang sudah di dalam Tuhan Yesus saja namun ini juga berlaku bagi setiap orang, bagi keluarga-keluarga yang belum mengenal Tuhan Yesus. Tuhan membenci setiap anak yang tidak menghormati orang tuanya namun dalam hal-hal yang melawan Firman Tuhan, patutlah anak-anak taat kepada Tuhan lebih daripada orang tuanya.
Alkitab mencatat beberapa anak yang tidak menghormati orang tuanya, salah satu contohnya adalah Absalom. Absalom menjadi orang yang berhasil dan memiliki segala fasilitas dan harta yang banyak karena ayahnya, Daud. Namun setelah beranjak dewasa, Absalom malah mengusir ayahnya sendiri dan hendak membunuhnya.
Suatu hari ada seorang mahasiswa; dia sangat jengkel karena harus menjaga ayahnya yang sakit. Belum lagi, ayahnya kalau susah tidur, seringkali berceloteh sendiri. Mahasiswa ini yang karena sudah beberapa hari terakhir tidak pernah tidur karena menjaga ayahnya, menjadi jengkel dan berkata dengan ketus kepada ayahnya supaya ayahnya diam dan tidur dengan tenang.
Ayahnya menjawab bahwa ia juga sebenarnya ingin beristirahat karena ia sudah lelah sekali, dan jika anaknya keberatan menemani dirinya, biarlah ia sendirian menjalani perawatan di rumah sakit.
Setelah berkata demikian, ayahnya menjadi tidak sadarkan diri dan harus menjalani perawatan di ICU. Anak ini begitu menyesal atas kata-kata yang tidak sepantasnya keluar dari mulut seorang anak kepada ayahnya sendiri.
Anak ini yang tidak pernah menangis karena ketegaran hatinya tiba-tiba menangis tersedu-sedu. Ia berkata bahwa mulai saat itu, setiap hari ia berdoa agar ayahnya sadar kembali. Apapun yang ayahnya akan katakan dan perbuat pada dirinya akan diterimanya dengan senang hati. Ia hanya berharap pada Tuhan agar diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya yang lalu, yang mungkin akan disesali seumur hidupnya.
Sering kali kita mengeluh ketika kita menemani atau menjaga orang tua kita hanya dalam hitungan tahun, bulan, hari, jam, bahkan dalam hitungan menit. Tapi pernahkah kita pikirkan bahwa orang tua kita menemani dan menjaga kita seumur hidup kita dan seumur hidup mereka. Sejak lahir hingga kita dewasa, bahkan hingga tiba saatnya ber’pulang’, mereka selalu ada untuk kita.
Ketika pada akhirnya mereka kembali kepada Sang Pencipta, seluruh kenangan yang mereka tinggalkan selalu menyertai selama hidup kita. Saat Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bersama-sama dengan orang tua kita, pergunakanlah waktu yang ada itu karena apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai suatu hari nanti.
Healing Quote :“Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku.” (Amsal 4:1-2).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar