MENGHORMATI ORANG TUA
Di dalam Ulangan 5:16, Tuhan berfirman “Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, supaya lanjut umurmu.” Ini
merupakan perintah yang diberikan Tuhan, bukan sekedar nasihat semata.
Adalah suatu keharusan bagi setiap kita untuk menghormati orang yang
lebih tua dari kita, terutama terhadap kedua orang tua kita. Hal
ini dikarenakan orang tua kita bertindak sebagai wakil Tuhan untuk
anak-anaknya dalam hal mengasihi, memelihara, mengasuh dan juga
memperhatikan kita.
Firman Tuhan juga memerintahkan agar
anak-anak memiliki rasa hormat dan takut kepada orang tuanya seperti
setiap anak-anak Tuhan takut akan Tuhan. “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” (Amsal 1:7)
Takut di sini bukan berarti
rasa takut seperti seorang anak yang telah mencuri uang dan ketahuan
ayah ibunya atau seorang pencuri yang takut terhadap polisi, dan
sebagainya. Rasa takut yang seperti itu menyebabkan anak-anak bersikap
sebaik mungkin kepada orang tuanya supaya jangan sampai membuat
kesalahan dan menyakiti hatinya, agar tidak sampai mendapat hukuman. Sudah
sepantasnya jika seorang anak menghormati dan takut kepada kedua orang
tuanya sebab memang orang tua adalah orang-orang yang sangat terhormat
bagi anak-anak, ibarat pahlawan tanpa tanda jasa, yang setiap saat siap
menolong, melindungi dan mencintai kita lebih daripada semua orang lain
di dunia ini.
Namun di zaman sekarang ini banyak
sekali anak-anak yang memberontak dan melawan orang tua bahkan tidak
jarang ditemukan kasus anak-anak yang meremehkan dan merendahkan orang
tua mereka sendiri padahal dalam kitab Ulangan 27:16a mengatakan “Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya.”
Bersikap hormat dan takut kepada orang
tua tidak berlaku hanya untuk anak-anak yang sudah di dalam Tuhan Yesus
saja namun ini juga berlaku bagi setiap orang, bagi keluarga-keluarga
yang belum mengenal Tuhan Yesus. Tuhan membenci setiap anak yang
tidak menghormati orang tuanya namun dalam hal-hal yang melawan Firman
Tuhan, patutlah anak-anak taat kepada Tuhan lebih daripada orang tuanya.
Alkitab mencatat beberapa anak yang
tidak menghormati orang tuanya, salah satu contohnya adalah Absalom.
Absalom menjadi orang yang berhasil dan memiliki segala fasilitas dan
harta yang banyak karena ayahnya, Daud. Namun setelah beranjak dewasa,
Absalom malah mengusir ayahnya sendiri dan hendak membunuhnya.
Suatu hari ada seorang mahasiswa; dia
sangat jengkel karena harus menjaga ayahnya yang sakit. Belum lagi,
ayahnya kalau susah tidur, seringkali berceloteh sendiri. Mahasiswa ini
yang karena sudah beberapa hari terakhir tidak pernah tidur karena
menjaga ayahnya, menjadi jengkel dan berkata dengan ketus kepada ayahnya
supaya ayahnya diam dan tidur dengan tenang.
Ayahnya menjawab bahwa ia juga
sebenarnya ingin beristirahat karena ia sudah lelah sekali, dan jika
anaknya keberatan menemani dirinya, biarlah ia sendirian menjalani
perawatan di rumah sakit.
Setelah berkata demikian, ayahnya
menjadi tidak sadarkan diri dan harus menjalani perawatan di ICU. Anak
ini begitu menyesal atas kata-kata yang tidak sepantasnya keluar dari
mulut seorang anak kepada ayahnya sendiri.
Anak ini yang tidak pernah menangis
karena ketegaran hatinya tiba-tiba menangis tersedu-sedu. Ia berkata
bahwa mulai saat itu, setiap hari ia berdoa agar ayahnya sadar kembali.
Apapun yang ayahnya akan katakan dan perbuat pada dirinya akan
diterimanya dengan senang hati. Ia hanya berharap pada Tuhan agar diberi
kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya yang lalu, yang mungkin akan
disesali seumur hidupnya.
Sering kali kita mengeluh ketika kita
menemani atau menjaga orang tua kita hanya dalam hitungan tahun, bulan,
hari, jam, bahkan dalam hitungan menit. Tapi pernahkah kita
pikirkan bahwa orang tua kita menemani dan menjaga kita seumur hidup
kita dan seumur hidup mereka. Sejak lahir hingga kita dewasa, bahkan
hingga tiba saatnya ber’pulang’, mereka selalu ada untuk kita.
Ketika pada akhirnya mereka kembali
kepada Sang Pencipta, seluruh kenangan yang mereka tinggalkan selalu
menyertai selama hidup kita. Saat Tuhan masih memberikan kesempatan
kepada kita untuk bersama-sama dengan orang tua kita, pergunakanlah
waktu yang ada itu karena apa yang kita tabur, itulah yang akan kita
tuai suatu hari nanti.
Healing Quote :“Dengarkanlah,
hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau
beroleh pengertian, karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu;
janganlah meninggalkan petunjukku.” (Amsal 4:1-2).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar