KUNCI ALAMI KEMULIAAN TUHAN
II Tawarikh 5 : 1 – 14
Sering kita datang ke suatu ibadah
pujian dan penyembahan, mengharapkan Kemuliaan Tuhan turun atas ibadah
kita seperti yang terjadi pada kisah pentahbisan Bait Salomo.
“Lalu para peniup nafiri dan
para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk
menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada Tuhan. Mereka menyaringkan
suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat music sambil memuji Tuhan
dengan ucapan: ”Sebab Ia Baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih
setiaNya.” Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah Tuhan, dipenuhi awan,
sehingga imam imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan
kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan Tuhan memenuhi rumah
Allah.”
Kita berpikir bahwa Kemuliaan Tuhan akan
turun saat kita menyanyikan Pujian dan Penyembahan dengan penuh
semangat, tetapi sayangnya, hal itu tidak sepenuhnya benar.
Kalau kita lebih teliti membaca Firman
Tuhan ini, Saya melihat kunci untuk kita dapat mengalami Kemuliaan Tuhan
adalah pada ayat 6 : “tetapi Raja Salomo dan segenap umat
Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri di depan tabut itu
dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tak terhitung
banyaknya.”
Disebutkan kalimat “tak terhitung
banyaknya” menunjuk kepada suatu kondisi dimana ada orang yang berusaha
untuk menghitung persembahan korban waktu itu, namun ketika persembahan
tersebut sangat banyak, mereka berhenti menghitungnya. Saya percaya
Alkitab pasti akan mencatat secara detail jumlah persembahan tersebut,
seperti yg pernah dicatat saat Raja Daud mempersembahkan barang-barang
berharga untuk pembangunan Bait Suci itu (1 Taw 29:1-9).
Anda merindukan kemuliaan Tuhan turun
dalam hidupmu? Mulailah dengan memberi persembahan kepada Tuhan sampai
dirimu merasakan sakit, itulah yang dinamakan KORBAN. Saat itulah hati
kita akan berteriak : “Tuhan, semua berkat jasmani, uang yang aku punya,
tidak ada artinya lagi, hanya Engkau Tuhan yang berarti dalam hidup
kita. Engkaulah pemilik hidupku.”
Saya sangat bersyukur saat Gembala kita
mengajarkan kita untuk menabur dan memberi dengan sukacita, karena hal
ini membentuk hati saya menjadi seorang yang suka memberi, suka menabur
untuk pekerjaan Tuhan, yang pada akhirnya membentuk kita menjadi serupa
dengan karakter Kristus. Membuang semua karakter kikir, cinta uang,
egoistis dalam hati saya.
Matius 6:21 berkata, dimana hartamu
berada, disitu hatimu berada. Saat kita serahkan harta kita ke dalam
tangan Tuhan, kita bawa ke dalam rumah Tuhan, maka dapat dipastikan,
hati kita akan selalu ada dalam hadiratNYA.
Pada akhirnya, sebuah persembahan yang
penuh dengan pengorbanan disertai dengan Pujian dan penyembahan kepada
Tuhan yang berapi-api, dipastikan akan membawa kemuliaan Allah ke dalam
kehidupanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar