HIDUP DENGAN DNA ALLAH
DNA adalah Deoxyribo Nucleic Acid yang
merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika.
DNA ini menentukan jenis rambut, warna kulit dan sifat-sifat khusus
dari manusia. Setiap anak akan menerima sepasang kromosom dari ayah dan
sepasang kromosom dari ibu sehingga karena itu membawa sifat yang
diturunkan oleh ayah dan ibu. Jadi DNA itu mengindentifikasikan dengan
jelas seorang anak itu sebagai keturunan dari ayah dan ibunya.
Sebagai seseorang yang telah menerima
Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat maka kita menjadi anak Allah dan
kita memiliki DNA Allah. Ketika kita memiliki DNA Allah maka kita miliki
suatu “benih” yang tidak dapat binasa dan benih inilah yang mengindentifikasikan bahwa kita adalah milik-Nya. 1
Petrus 1:23, “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih
yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang
hidup dan yang kekal.” Firman Allah adalah benih yang kekal karena, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1).
Bahasa Yunani yang digunakan untuk kata “tidak fana” dalam 1 Petrus 1:23 adalah Apathartos yang artinya tidak bisa membusuk atau menjadi buruk lalu; dan di dalam kamus Merriam Webster’s mempunyai arti: ‘tidak bisa disuap’ atau ‘dirusak secara moral’. Jadi “Benih Firman Allah” itu
tidak fana, kudus, murni, kekal, tidak bisa mengalami kerusakan moral
dan benih kudus ini memiliki kuasa untuk mentransformasikan dan mengubah
hidup kita menjadi serupa dengan gambaran Kristus. Halleluya! Roma
8:29, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga
ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran
Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak
saudara.”
Ketika kita memiliki DNA Allah maka kita
tidak lagi melakukan perbuatan-perbuatan dosa dan hidup secara duniawi,
kita akan hidup dipimpin Roh Kudus yang mana kita merepresentasikan
sebagai warga Kerajaan Surga, karena setiap orang yang lahir baru oleh
kuasa Roh Kudus tidak dapat berbuat dosa lagi karena ia dilahirkan
kembali oleh Allah. Inilah bedanya anak Allah dari anak Iblis; yaitu
setiap orang yang tidak berbuat kebenaran tidak berasal dari
Allah; sekalipun dia masih menyebut dirinya ‘Kristen’; demikian
juga mereka yang tidak mengasihi sesamanya. Namun jangan salah
mengerti, bukan berarti orang Kristen tidak mungkin berbuat
dosa. Perhatikan 1 Yohanes 2:1, “Anak-anakku, hal-hal ini
kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika
seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu
Yesus Kristus, yang adil.” Artinya kalau kita berbuat
dosa maka kita harus segera bertobat lalu minta pengampunan Allah
melalui Kristus dan terus maju; karena orang yang hidup dan tinggal di
dalam Kristus dengan Firman-Nya; tidak akan berdosa secara terus
menerus.
DNA seorang anak jasmani tidak bisa
hilang sekalipun ia membunuh orang tuanya, ia hanya kehilangan hak waris
dari orang tuanya; tetapi ia tidak kehilangan DNA dari orang tuanya.
Jadi tidak ada sebutan ; “bekas anak atau bekas orang tua.” Namun DNA sebagai anak Allah itu bisa hilang manakala kita tidak taat dan setia kepada Allah. Yesus berkata; “Bukan
setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam
Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di
sorga.” (Matius 7:21).
Oleh karena itu keselamatan yang Tuhan
anugerahkan harus kita jaga. Jangan menyalahgunakan kasih karunia Tuhan
karena DNA Allah bisa tetap ada atau bisa juga hilang tergantung sikap
hidup kita. Filipi 2:12, “Hai saudara-saudaraku yang
kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan
keselamatanmu dengan takut dan gentar...” Ketaatan itu
ditandai dengan mengerjakan sesuatu yang menjadi kehendak-Nya dan
ketaatan itu lahir dari hati yang mengasihi Tuhan sehingga DNA Allah
tetap ada pada kita sampai kita kembali menghadap Sang Pencipta kita.
PANGGILAN UNTUK HIDUP KUDUSAgar
DNA Allah tetap melekat di dalam hidup kita maka hal pertama yang kita
harus ingat bahwa Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang
cemar, melainkan apa yang kudus karena kekudusan itu adalah sifat
Allah. 1 Petrus 1:16 sebab ada tertulis: “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” Ketika
Gembala Sidang / Pembina menyampaikan di Menara Doa Pelayan Jemaat di
SICC pada hari Sabtu tanggal 1 Juni 2013 bahwa pada saat pembukaan
Empowered 21 yang kedua telah di-gong-kan ‘Pentakosta yang Ketiga’. Pentakosta
yang Ketiga ditandai dengan Allah akan melepaskan kuasa
supranatural-Nya yang dahsyat melalui gereja-Nya dan ini berbicara bobot
kemuliaan Tuhan pada gereja-Nya di akhir zaman itu lebih besar dari
pada gereja mula-mula. (Hagai 2:10).
Jika kita belum pernah melihat kuasa
supranatural-Nya dinyatakan, salah satu alasannya adalah karena
kurangnya kekudusan yang sejati. Memang betul ada banyak pekerjaan yang
baik seperti membangun rumah ibadah, membuat sarana-sarana pelayanan
seperti radio, televisi dan lain-lain yang dikerjakan dalam nama Yesus.
Artinya sebelum mengerjakan berdoa dulu dalam nama Yesus; tapi setelah
itu cara mengerjakannya menggunakan cara-cara duniawi yang penuh dengan
tipu daya, manipulasi, suap, kebohongan dan lain-lain. Dari luar tampak
pekerjaannya berhasil namun itu hanya membuat Roh Kudus berduka karena
tidak menghasilkan buah yang sejati dan yang kekal yang merupakan hasil
dari kekudusan yang sejati.
Yesus pernah berkata, “Iblislah
yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan
bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam
kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata
dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan
bapa segala dusta,” Yohanes 8:44.
Jadi orang yang menikmati perbuatan dusta / kebohongan sesungguhnya tidak memiliki DNA Allah melainkan DNA iblis.
Memang betul kita sudah menerima nubuatan bagi Indonesia bahwa “akan ada kebangkitan yang besar dan akan ada pemulihan di negeri ini”. Betul
bahwa kita sedang menantikan Pentakosta yang Ketiga namun ketahuilah
kegerakan Roh Kudus yang maha dahsyat tidak bisa direkayasa oleh
manusia, kegerakan Allah yang berdampak supranatural bukan karena
kehadiran hamba Tuhannya melainkan karena Tuhan melihat ada kehidupan
yang kudus di tengah-tengah umat-Nya.
Pentakosta Pertama dan Kedua terjadi bukan karena hasil rekayasa atau perbuatan manusia melainkan “Allah yang melangkah dari surga” karena
Allah melihat umat-Nya hidup di dalam kekudusan yang sejati. Oleh
karena itu dalam menantikan gerakan Allah yang semakin dahsyat dan
sebelum dilepaskan kuasa supernatural-Nya; akan ada pembersihan dan
panggilan untuk kekudusan yang sejati bagi umat-Nya. Kita harus bersiap
menerima baptisan api, yang mengerjakan pemurnian dan pembersihan
spiritual. Allah kita adalah api yang menghanguskan. Dua aliran Roh
Kudus akan bersatu yaitu aliran api Kristus yang memurnikan gereja-Nya
dan aliran kuasa supranatural-Nya. Yesus akan segera datang kembali
tetapi Ia datang bukan untuk menjadi Juru Selamat melainkan sebagai
Pahlawan dengan api penghakiman yang menyala-nyala atas orang fasik. (2 Tesalonika 1:7-8).
Tujuan Roh Kudus yang dicurahkan di hari
Pentakosta adalah untuk membersihkan dan menyiapkan gereja-Nya supaya
kita tidak terbakar oleh api penghakiman-Nya. Api Allah memurnikan
gereja mula-mula dengan penghakiman yang turun atas Ananias dan Safira
yang dengan sengaja membohongi Allah namun setelah itu apa yang terjadi?
Tanda-tanda heran dan ajaib dimanifestasikan melalui pelayanan para
Rasul. (Kisah Para Rasul 5:1-16).
Ketahuilah bahwa api yang sama ini akan
datang untuk membakar kemunafikan pada jaman ini karena tujuan api ini
adalah memurnikan, menyatakan dosa, memisahkan orang benar dan orang
fasik serta mendatangkan penghakiman atas mereka yang tidak mau
bertobat. Oleh karena itu jangan lari dari ‘api’ itu, tetapi mendekatlah dan lakukan kehendak Allah, karena di dalam api Allah itu ada kuasa-Nya yang supranatural! Halleluyah!
BERFOKUS KEPADA DIA YANG ADALAH PENCIPTA KITA YANG SETIAHal
yang kedua agar DNA Allah tetap melekat di dalam hidup kita adalah
dengan selalu berfokus kepada Yesus. Saudaraku saat ini Tuhan sedang
mengembalikan kita kepada fokus yang benar agar supaya kita dapat
melihat dan mengalami kuasa Ilahi terjadi di tengah-tengah kita, oleh
karena itu mari kita selaraskan hati dan pikiran serta perilaku kita
dengan Kristus dan firman-Nya maka kuasa kasih karunia-Nya akan membawa
kita masuk ke dalam hadirat-Nya yang kudus. Seperti Musa di padang gurun
yang berfokus kepada Allah maka ia melihat semak duri yang menyala
namun tidak dimakan api lalu Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?” Musa menyimpang artinya mau beralih dari gelap menuju terang Tuhan.
Ketika dilihat Tuhan, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan Musa menjawab: “Ya, Allah.” Lalu Allah berfirman: “Janganlah
datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di
mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” Saat itu Musa
merasakan kedahsyatan Allah, mengapa tempat di mana Musa berdiri adalah
tanah yang kudus? Karena di mana Allah berada maka di sana ada
kekudusan, tempat di mana Musa berdiri menjadi kudus karena hadirat-Nya.
Musa disuruh oleh Tuhan untuk tanggalkan kasut, kasut ini melambangkan
keterikatan dan cinta terhadap keduniawian.
Demikian juga ketika kita mau melepaskan
kedagingan dan keterikatan terhadap keduniawian lalu berfokus kepada
Tuhan selama 24 jam, maka ketika kita berada apakah di kantor, di
sekolah, di pasar, di gereja dan di mana saja maka DNA Allah yang ada
pada kita akan membawa kita masuk dalam hadirat-Nya. Ketika kita berada
di hadirat-Nya yang kudus maka benih kudus-Nya - DNA spiritual-Nya akan
mereproduksi dalam kita; kasih-Nya, sukacita-Nya, damai sejahtera-Nya,
kekudusan-Nya, kuasa-Nya, gambar diri-Nya dan kehidupan-Nya! Hallelujah!
Saat ini kita sedang menantikan
Pentakosta yang ketiga di mana akan terjadi pencurahan Roh Kudus yang
luar biasa karena kemuliaan-Nya; lalu akan terjadi keselamatan jiwa
besar-besaran dan Tuhan Yesus akan segera datang untuk menjemput
umat-Nya, marilah kita bersama-sama menjaga agar DNA Allah tetap ada di
dalam hidup kita. Kiranya Tuhan memberkati kita semua, amin!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar