Selasa, 30 Juli 2013

HIDUP DENGAN DNA ALLAH

DNA adalah Deoxyribo Nucleic Acid yang merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. DNA ini menentukan jenis rambut, warna kulit dan sifat-sifat khusus dari manusia. Setiap anak akan menerima sepasang kromosom dari ayah dan sepasang kromosom dari ibu sehingga karena itu membawa sifat yang diturunkan oleh ayah dan ibu. Jadi DNA itu mengindentifikasikan dengan jelas seorang anak itu sebagai keturunan dari ayah dan ibunya.
Sebagai seseorang yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat maka kita menjadi anak Allah dan kita memiliki DNA Allah. Ketika kita memiliki DNA Allah maka kita miliki suatu “benih” yang tidak dapat binasa dan benih inilah yang mengindentifikasikan bahwa kita adalah milik-Nya. 1 Petrus 1:23, “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.”  Firman Allah adalah benih yang kekal karena, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1).
Bahasa Yunani yang digunakan untuk kata “tidak fana” dalam 1 Petrus 1:23 adalah Apathartos yang artinya tidak bisa membusuk atau menjadi buruk lalu; dan di dalam kamus Merriam Webster’s mempunyai arti: ‘tidak bisa disuap’ atau ‘dirusak secara moral’. Jadi “Benih Firman Allah” itu tidak fana, kudus, murni, kekal, tidak bisa mengalami kerusakan moral dan benih kudus ini memiliki kuasa untuk mentransformasikan dan mengubah hidup kita menjadi serupa dengan gambaran Kristus. Halleluya! Roma 8:29, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”
Ketika kita memiliki DNA Allah maka kita tidak lagi melakukan perbuatan-perbuatan dosa dan hidup secara duniawi, kita akan hidup dipimpin Roh Kudus yang mana kita merepresentasikan sebagai warga Kerajaan Surga, karena setiap orang yang lahir baru oleh kuasa Roh Kudus tidak dapat berbuat dosa lagi karena ia dilahirkan kembali oleh Allah. Inilah bedanya anak Allah dari anak Iblis; yaitu setiap orang yang tidak berbuat kebenaran tidak berasal dari Allah;  sekalipun dia masih menyebut dirinya ‘Kristen’;  demikian juga mereka yang tidak mengasihi sesamanya. Namun jangan salah mengerti, bukan berarti orang Kristen tidak mungkin berbuat dosa.  Perhatikan 1 Yohanes 2:1, “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.” Artinya kalau kita berbuat dosa maka kita harus segera bertobat lalu minta pengampunan Allah melalui Kristus dan terus maju; karena orang yang hidup dan tinggal di dalam Kristus dengan Firman-Nya; tidak akan berdosa secara terus menerus.
DNA seorang anak jasmani tidak bisa hilang sekalipun ia membunuh orang tuanya, ia hanya kehilangan hak waris dari orang tuanya;  tetapi ia tidak kehilangan DNA dari orang tuanya. Jadi tidak ada sebutan ; “bekas anak atau bekas orang tua.” Namun DNA sebagai anak Allah itu bisa hilang manakala kita tidak taat dan setia kepada Allah. Yesus berkata; “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21).
Oleh karena itu keselamatan yang Tuhan anugerahkan harus kita jaga. Jangan menyalahgunakan kasih karunia Tuhan karena DNA Allah bisa tetap ada atau bisa juga hilang tergantung sikap hidup kita. Filipi 2:12, “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar...” Ketaatan itu ditandai dengan mengerjakan sesuatu yang menjadi kehendak-Nya dan ketaatan itu lahir dari hati yang mengasihi Tuhan sehingga DNA Allah tetap ada pada kita sampai kita kembali menghadap Sang Pencipta kita.
PANGGILAN UNTUK HIDUP KUDUSAgar DNA Allah tetap melekat di dalam hidup kita maka hal pertama yang kita harus ingat bahwa Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus karena kekudusan itu adalah sifat Allah. 1 Petrus 1:16 sebab ada tertulis: “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” Ketika Gembala Sidang / Pembina menyampaikan di Menara Doa Pelayan Jemaat di SICC pada hari Sabtu tanggal 1 Juni 2013 bahwa pada saat pembukaan Empowered 21 yang kedua telah di-gong-kan ‘Pentakosta yang Ketiga’. Pentakosta yang Ketiga ditandai dengan Allah akan melepaskan kuasa supranatural-Nya yang dahsyat melalui gereja-Nya dan ini berbicara bobot kemuliaan Tuhan pada gereja-Nya di akhir zaman itu lebih besar dari pada gereja mula-mula. (Hagai 2:10).
Jika kita belum pernah melihat kuasa supranatural-Nya dinyatakan, salah satu alasannya adalah karena kurangnya kekudusan yang sejati. Memang betul ada banyak pekerjaan yang baik seperti membangun rumah ibadah, membuat sarana-sarana pelayanan seperti radio, televisi dan lain-lain yang dikerjakan dalam nama Yesus. Artinya sebelum mengerjakan berdoa dulu dalam nama Yesus;  tapi setelah itu cara mengerjakannya menggunakan cara-cara duniawi yang penuh dengan tipu daya, manipulasi, suap, kebohongan dan lain-lain. Dari luar tampak pekerjaannya berhasil namun itu hanya membuat Roh Kudus berduka karena tidak menghasilkan buah yang sejati dan yang kekal yang merupakan hasil dari kekudusan yang sejati.
Yesus pernah berkata, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta,” Yohanes 8:44.
Jadi orang yang menikmati perbuatan dusta / kebohongan sesungguhnya tidak memiliki DNA Allah melainkan DNA iblis.
Memang betul kita sudah menerima nubuatan bagi Indonesia bahwa “akan ada kebangkitan yang besar dan akan ada pemulihan di negeri ini”.             Betul bahwa kita sedang menantikan Pentakosta yang Ketiga namun ketahuilah kegerakan Roh Kudus yang maha dahsyat tidak bisa direkayasa oleh manusia, kegerakan Allah yang berdampak supranatural bukan karena kehadiran hamba Tuhannya melainkan karena Tuhan melihat ada kehidupan yang kudus di tengah-tengah umat-Nya.
Pentakosta Pertama dan Kedua terjadi bukan karena hasil rekayasa atau perbuatan manusia melainkan “Allah yang melangkah dari surga” karena Allah melihat umat-Nya hidup di dalam kekudusan yang sejati. Oleh karena itu dalam menantikan gerakan Allah yang semakin dahsyat dan sebelum dilepaskan kuasa supernatural-Nya; akan ada pembersihan dan panggilan untuk kekudusan yang sejati bagi umat-Nya.  Kita harus bersiap menerima baptisan api, yang mengerjakan pemurnian dan pembersihan spiritual. Allah kita adalah api yang menghanguskan. Dua aliran Roh Kudus akan bersatu yaitu aliran api Kristus yang memurnikan gereja-Nya dan aliran kuasa supranatural-Nya. Yesus akan segera datang kembali tetapi Ia datang bukan untuk menjadi Juru Selamat melainkan sebagai Pahlawan dengan api penghakiman yang menyala-nyala atas orang fasik. (2 Tesalonika 1:7-8).
Tujuan Roh Kudus yang dicurahkan di hari Pentakosta adalah untuk membersihkan dan menyiapkan gereja-Nya supaya kita tidak terbakar oleh api penghakiman-Nya. Api Allah memurnikan gereja mula-mula dengan penghakiman yang turun atas Ananias dan Safira yang dengan sengaja membohongi Allah namun setelah itu apa yang terjadi? Tanda-tanda heran dan ajaib dimanifestasikan melalui pelayanan para Rasul. (Kisah Para Rasul 5:1-16).
Ketahuilah bahwa api yang sama ini akan datang untuk membakar kemunafikan pada jaman ini karena tujuan api ini adalah memurnikan, menyatakan dosa, memisahkan orang benar dan orang fasik serta mendatangkan penghakiman atas mereka yang tidak mau bertobat. Oleh karena itu jangan lari dari ‘api’ itu,  tetapi mendekatlah dan lakukan kehendak Allah, karena di dalam api Allah itu ada kuasa-Nya yang supranatural! Halleluyah!
BERFOKUS KEPADA DIA YANG ADALAH PENCIPTA KITA YANG SETIAHal yang kedua agar DNA Allah tetap melekat di dalam hidup kita adalah dengan selalu berfokus kepada Yesus. Saudaraku saat ini Tuhan sedang mengembalikan kita kepada fokus yang benar agar supaya kita dapat melihat dan mengalami kuasa Ilahi terjadi di tengah-tengah kita, oleh karena itu mari kita selaraskan hati dan pikiran serta perilaku kita dengan Kristus dan firman-Nya maka kuasa kasih karunia-Nya akan membawa kita masuk ke dalam hadirat-Nya yang kudus. Seperti Musa di padang gurun yang berfokus kepada Allah maka ia melihat semak duri yang menyala namun tidak dimakan api lalu Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?” Musa menyimpang artinya mau beralih dari gelap menuju terang Tuhan.
Ketika dilihat Tuhan, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan Musa menjawab: “Ya, Allah.” Lalu Allah berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” Saat itu Musa merasakan kedahsyatan Allah, mengapa tempat di mana Musa berdiri adalah tanah yang kudus? Karena di mana Allah berada maka di sana ada kekudusan, tempat di mana Musa berdiri menjadi kudus karena hadirat-Nya. Musa disuruh oleh Tuhan untuk tanggalkan kasut, kasut ini melambangkan keterikatan dan cinta terhadap keduniawian.
Demikian juga ketika kita mau melepaskan kedagingan dan keterikatan terhadap keduniawian lalu berfokus kepada Tuhan selama 24 jam, maka ketika kita berada apakah di kantor, di sekolah, di pasar, di gereja dan di mana saja maka DNA Allah yang ada pada kita akan membawa kita masuk dalam hadirat-Nya. Ketika kita berada di hadirat-Nya yang kudus maka benih kudus-Nya - DNA spiritual-Nya akan mereproduksi dalam kita; kasih-Nya, sukacita-Nya, damai sejahtera-Nya, kekudusan-Nya, kuasa-Nya, gambar diri-Nya dan kehidupan-Nya! Hallelujah!
Saat ini kita sedang menantikan Pentakosta yang ketiga di mana akan terjadi pencurahan Roh Kudus yang luar biasa karena kemuliaan-Nya; lalu akan terjadi keselamatan jiwa besar-besaran dan Tuhan Yesus akan segera datang untuk menjemput umat-Nya, marilah kita bersama-sama  menjaga agar DNA Allah tetap ada di dalam hidup kita. Kiranya Tuhan memberkati kita semua, amin!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar