Kamis, 15 Agustus 2013

DAMPAK PEMANASAN GLOBAL TERHADAP KESEHATAN

Istilah “Global Warming” atau pemanasan global pasti sudah tidak asing di telinga kita, bukan? Pemanasan global yang dipacu oleh manusia adalah naiknya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan bumi yang diakibatkan oleh meningkatnya gas-gas rumah kaca, akibat dari efek rumah kaca. Gas-gas karbon yang kita keluarkan dari kendaraan bermotor kita, dari pembakaran sampah, dari pembakaran saat kita memasak, dll menyebabkan energi panas yang diterima bumi dari matahari tertahan di bumi karena lapisan gas karbon di atmosfer bumi memiliki sifat yang menahan panas, akibatnya suhu rata-rata permukaan bumi menjadi semakin tinggi.
Apakah dampak dari pemanasan global terhadap kesehatan kita?
1. Penyakit yang timbul dari perubahan cuaca dan lautan
Karena suhu bumi yang tinggi, es-es di kutub utara mencair dan mengakibatkan volume air di bumi semakin bertambah dan dapat menyebabkan banjir yang dapat menyebabkan penyakit diare, dan juga kerugian material yang cukup besar. Di sisi lain, meningkatnya suhu bumi dapat menyebabkan kekeringan di beberapa tempat yang akan meningkatkan resiko kebakaran hutan; gas yang timbul dari kebakaran hutan tidak baik untuk pernapasan kita dan gas tersebut akan menimbulkan efek rumah kaca yang lebih hebat lagi. Suhu yang tinggi juga telah menyebabkan meninggalnya orang-orang tua dan anak-anak di beberapa tempat seperti India karena penyakit yang dinamakan heat strokeDi samping itu, banjir maupun kebakaran dapatmenyebabkan gagalnya panen yang berdampak pada makanan yang kita konsumsi. Bencana alam tersebut juga dapat menyebabkan korban-korbannya mengalamimalnutrisi, penyakit kulit, trauma psikologis, dll akibat terbatasnya air bersih dan makanan bernutrisi.
2. Penyakit yang timbul dari pergeseran ekosistem
Pergeseran ekosistem terjadi karena meningkatnya suhu permukaan bumi, contohnya daerah pegunungan yang dulunya sejuk dan dingin semakin lama menjadi semakin panas. Tentu saja itu berdampak bagi para penghuni ekosistemnya. Nyamuk-nyamukAedes aegypti yang merupakan vektor penyakit demam berdarah yang cenderung menyukai daerah panas dapat lebih bebas untuk berkembang biak dan berakibat padameningkatnya resiko penyakit Demam Berdarah. Pergeseran ekosistem juga menyebabkan penyebaran penyakit melalui air, seperti kolera dan hepatitis A, semakin meningkat.
3. Degradasi Lingkungan
Degradasi lingkungan akibat pencemaran udara akan meningkatkan resiko penyakit saluran pernapasan seperti asma, alergi, penyakit jantung dan paru kronis, dan sebagainya. Penyakit-penyakit ini bila tidak ditangani dengan tepat dan serius dapat berakibat sangat fatal.
Healing Quote:
Setelah kita melihat berbagai dampak negatif dari pemanasan global terhadap kesehatan kita, marilah kita berusaha untuk mengurangi efek rumah kaca dengan usaha-usaha sederhana yang dapat kita lakukan seperti mendaur ulang sampah-sampah kering kita semaksimal mungkin, menghemat pemakaian listrik, lebih banyak menggunakan angkutan umum daripada mengendarai kendaraan sendiri, apalagi bila kita hanya bepergian sendirian. Kita juga dapat menanam tanaman-tanaman hijau yang dapat membantu mengikat gas karbon di udara dan menggantikannya dengan oksigen. Ingatlah, “Mencegah itu lebih baik daripada mengobati” dan Tuhan pun ingin kita memelihara bumi yang telah diciptakan-Nya dengan baik.
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” (Kej 1:1)
“Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik” (Kej 1:31a)

Kamis, 01 Agustus 2013

MELAKUKAN KEHENDAK BAPA SURGAWI

Jika seseorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya, dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
(2 Timotius 2: 21)
                                                
Tuhan ingin memakai hidup kita untuk setiap pekerjaan yang mulia. Kita menjadi orang yang dapat dipercaya Tuhan untuk menjadi pelaksana kehendakNya diwujudkan di bumi. Seberapa jauh  hidup kita dipakai secara  efektif melakukan kehendakNya, ditentukan oleh  hidup kudus. Tuhan hanya mau memakai orang yang  hidup kudus.  Kita dipanggil untuk menyucikan diri dari hal-hal yang jahat di mata Tuhan, sehingga menjadi “Bejana Kemuliaan Allah yang hanya melakukan kehendak Bapa.” 
Ada banyak orang melakukan pekerjaan Tuhan, tapi apakah kelak Tuhan memuji dan berkenan akan apa yang dilakukan itu? Belum tentu. Akan terjadi kelak, bahwa orang-orang yang giat melakukan pekerjaan pelayanan, ternyata  Tuhan tegur, karena sebenarnya tidak melakukan kehendak Bapa.
Melakukan pekerjaan Tuhan dan melakukan kehendak Bapa adalah dua hal yang mirip, tetapi sesunggguhnya berbeda. Tuhan sangat ingin memakai hidup kita, berkarya melalui hidup kita, sehingga kehendak Bapa diwujudkan di dalam kita. Kita melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan apa yang diperintahkanNya. Kita harus jelas membedakan, bukan semata-mata melakukan  pekerjaanNya, karena Tuhan ingin agar kita melakukan kehendak Bapa.
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mukjizat demi namaMu juga?” (Matius 7: 22)
Perhatikanlah, orang-orang ini adalah orang yang melakukan pekerjaan Tuhan.  Ketika  ada orang yang dirasuk setan, mereka mengusir setan dan melakukan pelayanan pelepasan. Mereka melakukannya demi Tuhan Yesus. Sesuatu yang dilakukan  demi nama Tuhan Yesus, sudah pasti melakukan pekerjaan Tuhan Yesus.  Ketika sedang mendoakan orang-orang yang butuh dilayani, nubuatan keluar, sehingga orang-orang yang butuh arahan Roh Kudus mendapat suara Tuhan untuk melangkah dan dikuatkan. Inipun dilakukan demi nama Yesus. Demikian juga pelayanan yang menghadirkan mukjizat. Perbuatan ajaib Tuhan dinyatakan demi nama Yesus. Tetapi apa jawab Tuhan?
“Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripadaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7: 23)
Mengapa hal ini terjadi? Karena Tuhan menyatakan: “Bukan setiap orang yang bereseru kepadaKu : Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di Sorga.” (Matius 7: 21).
Kapan mereka ini mulai melakukan kejahatan? Jawabannya, waktu mereka tidak tahu apa kehendak Bapa yang sesungguhnya, dan melakukan apa yang bukan kehendak Bapa. Ketika awalnya melakukan kehendak Bapa, tetapi lalu selanjutnya muatan keinginan dan ambisi pribadi masuk di dalamnya, celah kejahatan itu mulai terbuka. Ketika Tuhan  memberi peringatan, namun tetap mengedepankan kepentingan sendiri, hal itu semakin membuka lebar peluang bagi kejahatan.
Filipus adalah contoh yang bagus. Dia seorang yang mudah untuk dibelokkan oleh Tuhan, ketika Tuhan memberi arahan baru yang berbeda dari pelayanannya semula. Saat sedang dipakai luar biasa di Samaria mendatangkan lawatan Roh Allah dan mukjizat di Samaria, Tuhan menyuruh pergi ke tempat sunyi, hanya untuk melayani satu orang (Kisah 8: 4-8, 26). Saat mukjizat sedang terjadi luar biasa di Samaria, dan berbondong-bondong orang-orang minta didoakan, malah Filipus pergi hanya untuk satu orang asing yang tidak dikenalnya. Filipus taat. Filipus sedang populer dan jadi orang penting di Samaria di puncak pelayanan saat itu. Sebetulnya cukup alasan untuk dia “memohon Tuhan mengerti, bahwa dia sedang sibuk dengan pelayanan, tolong Tuhan suruh orang lain” untuk urus sida-sida Ethiopia itu. Bukankah sebenarnya Filipus sedang sibuk memberitakan Injil kepada banyak jiwa di Samaria? Jawabannya, ketika Tuhan menyatakan sesuatu, Filipus memilih melakukan kehendak Bapa.
Yesus adalah contoh sebagai Bejana Kemuliaan Allah yang hanya melakukan kehendak Bapa.   Dia tidak melakukan menurut keinginanNya sendiri, melainkan hanya kehendak Bapa. “.....sebab apa yang dikerjakan Bapa, itulah juga yang dikerjakan Anak. .......... sebab Aku tidak menuruti kehendakKu sendiri, melainkah kehendak Dia (Bapa) yang mengutus Aku.” (Yohanes 5: 19, 30).  Yang dikerjakan Yesus seluruhnya adalah kehendak  Bapa.
  • Yohanes 4: 34. MakananKu ialah melakukan  kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya.
  • Yohanes 6: 38. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendakKu, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
  • Yohanes 17: 4. “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya.”
Marilah kita memiliki hati yang selalu bersih dan murni, menjaga diri dan menyucikan dari segala yang jahat di mata Tuhan, sehingga menjadi Bejana Kemuliaan Allah yang melakukan kehendak Bapa senantiasa. Amin.

MENANGGALKAN SEMUA BEBAN

Rasul Paulus mungkin sangat dekat dengan akhir hidupnya ketika ia menulis kepada Timotius, “aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman“ ( 2 timotius 4 : 7 ).
Setiap kali Paulus berbicara tentang perlombaan, ia berbicara tidak hanya dalam hal menyelesaikannya, melainkan memenangkannya. Tidaklah cukup hanya berada dalam perlombaan; Paulus bertekun untuk menang, untuk memenuhi tujuan Allah baginya, dan ia ingin setiap orang percaya lainnya untuk melakukannya juga. Paulus belajar melalui pengalaman bahwa kehidupan Kristen merupakan suatu proses yang menuntut ketekunan, komitmen, dan kesabaran. Perlombaaan yang dijalaninya bukanlah berlari dipermukaan yang rata, melainkan melalui berbagai macam rintangan kesulitan yang terus berubah. Namun ia terus berlari.
Berikut ini adalah cara Paulus menguraikan kehidupannya: “Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.  (2 Korintus 11:23-25)
Hal ini seharusnya mendorong kita untuk bangkit dalam kemenangan atas kesulitan-kesulitan kita. Anda tahu kemenangan jarang terjadi secara kebetulan. Kemenangan menuntut perencanaan dan persiapan. Para pemenang mengalami kemenangan karena mereka merencanakan untuk menang!!!!!! Rasul Paulus menulis kepada Timotius, “Seorang olah ragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olah raga.“ (2 Timotius 2:5).
Salah satu peraturan yang diketahui oleh setiap pelari adalah melepaskan diri dari setiap kelebihan berat yang tidak diperlukan atau rintangan-rintangan lainnya, dan mengesampingkan segala sesuatu yang akan memperlambat  geraknya. Anda tidak akan pernah melihat seorang pelari cepat atau marathon atau lintas alam berlari dengan menggendong ransel atau mengenakan  sepatu yang berat atau pakaian yang panjang dan melambai-lambai yang akan menghalangi gerakan kakinya. Kita juga sedang mengikuti suatu perlombaan. “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan tahta Allah“ (Ibrani 12:1,2).
Bagaimana anda menjalani perlombaan anda? Sudahkah Anda menanggalkan setiap rintangan? Apakah bisa dikatakan bahwa anda berada dalam kondisi yang baik? Dengan kata lain, apakah Anda mempunyai pengendalian diri dalam segala hal untuk layak mengikuti perlombaan? Tanggalkanlah semua beban yang merintangi Anda untuk memenangkan Perlombaan Anda.

Menjadi Saksi Kristus Yang Sukses

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
(Kisah Para Rasul 1:8)

Menjelang kedatangan Tuhan yang sudah sangat dekat ini, maka pesan untuk kita pergi memberitakan injil dan menjadi saksi Kristus menjadi pesan yang sangat-sangat kuat. Kita diminta menjadi saksi Kristus di mana pun kita berada.
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." – Matius 24;14
Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut. – Habakuk 2:14
Para Rasul dan para Nabi sepakat bahwa saat ini kita sedang berada dalam gelombang Reformasi Apostolik ketiga dan yang terakhir, di mana orang-orang kudus /anak-anak Tuhan akan mengambil alih kekuasan /dominion di segala bidang kehidupan. Pemerintahan kerajaan Tuhan /gereja akan bangkit dan mempengaruhi pemerintahan dunia. Gereja akan menjadi saksi-Nya, mempraktekkan dan menghadirkan prinsip-prinsip Kerajaan Allah di dalam dunia Art & Entertaintment, Bisnis, Church /Gereja, Distribution for the Poor / Sosial, Pendidikan, Keluarga, dan Pemerintahan / Hukum – atau yang semuanya biasa dikenal dengan ke – 7 Gunung.
Tuhan mau agar gereja-Nya bangkit dan menduduki “gunung-gunung” tersebut.
Salah satu hal yang sangat penting untuk gereja-Nya dapat menduduki “gunung-gunung” tersebut adalah memiliki pengurapan untuk mengerti waktu dan musim. Atau dengan kata lain gereja harus memiliki kepekaan untuk mengetahui tuntunan-Nya untuk dapat menjadi saksi yang memuliakan nama Nya. Hari-hari ini adalah waktu yang jahat, dan berlalunya sangat cepat (Mazmur 90:9-10). Kita butuh hikmat Tuhan, tuntunan Tuhan, suara Tuhan agar kita dapat mengerti dan mengetahui kehendak Tuhan dengan tepat.
Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! – Yesaya 55:2-3
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. – Mazmur 32:8
Tuhan akan memberi kepekaan kepada kita keputusan apa atau langkah apa yang harus kita ambil dan mana yang tidak seharusnya kita ambil. Tuhan akan memberi kepekaan kepada kita bisnis apa yang harus kita ambil dan bisnis mana yang tidak seharusnya kita ambil, dan sebagainya. Apabila kita dengar-dengaran akan tuntunan Tuhan maka niscaya kita akan berhasil dan beruntung (Yosua 1:8; Mazmur 1:1-3).
Saya teringat kisah seorang ibu, sebagaimana yang diceritakan oleh Ps. Joel Osteen dalam bukunya yang berjudul “It’s Your Time” – bernama Amber Corson.  Ia seorang ibu dengan tiga orang anak yang masih kecil. Setelah suaminya dipecat dari pekerjaannya, ia harus bekerja pada malam hari untuk membiayai kehidupan keluarganya. Sampai suatu hari ia merasa bahwa fisiknya sudah tidak kuat lagi untuk bekerja setiap hari sampai larut malam, akhirnya ia berdoa kepada Tuhan: “Tuhan tolong beritahu saya, apa yang harus saya lakukan agar keluargaku bisa melewati semuanya ini?”
Dalam sekejab Tuhan menjawabnya: “Aku telah memberikan kepadamu karunia. Pergilah bertaman. Lakukan apa yang disukai hatimu”.
Ibu ini ternyata memiliki ijazah dalam bidang holtikultura yang tidak pernah ia gunakan selama ini. Ia memiliki talenta alami untuk membuat sesuatu bertumbuh. Malamnya ia memberitahu suaminya apa yang Tuhan taruh di dalam hatinya. Ia mendoakan hal tersebut. Dan dalam beberapa minggu kemudian ia berkata, bahwa segala sesuatunya seperti mimpi. Saat ini ia sudah memiliki usaha pertamanan yang diberinya nama Eden Paradise Garden. Usahanya berkembang dengan pesat jauh melebihi apa yang dapat ia bayangkan.
Mungkin beberapa dari Saudara juga pernah mendengar kesaksian dari seorang yang bernama Angus Buchan – seorang hamba Tuhan tapi sekaligus seorang petani keturunan Inggris yang tinggal di suatu daerah di Afrika Selatan. Kisah ini kisah nyata dan sempat ditayangkan dalam Layar Lebar berjudul “Faith like Potatoes” (“Iman Seperti Kentang”). Pada mulanya ia bukanlah seorang petani yang sukses. Ia adalah seorang peternak sederhana yang bahkan hanya tinggal di sebuah caravan bersama istrinya yang sedang mengandung serta ke-tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Hidupnya penuh dengan kesulitan. Hidupnya mulai diubahkan sewaktu ia mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Singkat cerita suatu ketika daerah di mana ia tinggal yaitu di Greytown mengalami keadaan yang sangat sulit (paceklik). Tanah di mana ia tinggal menjadi tanah yang gersang. Sangat sulit untuk bercocok tanam apapun. Badai El Nino telah membuat hancur keadaan di daerah tersebut. Pada saat yang sangat sulit Angus merasa dirinya dituntun oleh Tuhan untuk menanam kentang (suatu hal yang mustahil pada waktu itu). Para ilmuwan memberitahu nya untuk tidak menanam kentang. Karena dibutuhkan system irigasi yang baik untuk dapat menanam kentang, yang mana hal itu sangat lah tidak mungkin di tengah kegersangan yang ada. Orang-orang di sekelilingnya mulai mencemooh nya. Tapi Ia berdoa dan berdoa dan ia tau Tuhan menuntunnya untuk menanam kentang. Dan ia taat.
Apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Sangat dahsyat. Di saat orang-orang mengalami keadaan yang sangat sulit. Di saat orang-orang tidak memiliki sesuatu untuk mereka panen, Angus Buchan mengalami panen kentang secara luar biasa. Ia mendadak menjadi seorang pengusaha kentang yang kaya raya. Semua itu terjadi karena ia mendengar tuntunan Tuhan dan mentaatinya.
Hari-hari ini Tuhan sedang mencurahkan Roh Nya. Ia sedang mencurahkan Roh-Nya dalam bentuk api dan angin. Api dimaksudkan untuk memurnikan kita, tapi angin diturunkan Tuhan untuk menuntun umat-Nya. Jika kita mau menjadi orang-orang yang sukses, maka kita harus dengar-dengaran akan tuntunan Nya. Jadilah pribadi yang peka terhadap suara-Nya, dan terimalah kesukesan, nama Tuhan dipermuliakan.

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." – Yohanes 15:8

API YANG MEMURNIKAN

“Lihat, Aku menyuruh utusanKu supaya ia mempersiapkan jalan dihadapanKu; Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke BaitNya ! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman Tuhan semesta alam. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatanganNya? Dan siapakah yang dapat berdiri, apabila Ia menampakan diri? Sebab Ia seperti tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan “  Maleakhi 3 : 1 – 3.
Allah sedang membangkitkan sebuah generasi yang terdiri dari orang-orang yang akan menyatakan kemuliaanNya, bukan diri mereka sendiri. Orang-orang yang dibentuk serupa dengan Dia dan berjalan dengan Karakter Ilahi. Generasi ini adalah Generasi yang telah dimurnikan oleh Tuhan.
Arti dari pemurnian adalah; membersihkan secara menyeluruh atau bersih dan bebas dari ketidak murnian. Dewasa ini, perkara-perkara dunia telah masuk ke dalam kehidupan banyak orang percaya. Kita orang percaya seringkali diinfiltrasi budaya dunia yang banyak menimbulkan bercak-bercak. Kebanyakan dari kita sebagai orang percaya tidak peka dan tidak menyadari perlunya pemurnian. Maleakhi 3 : 3 mengatakan bahwa Tuhan akan memurnikan gerejaNya dari pengaruh dunia , seperti seseorang yang memurnikan emas dengan api. Api seperti apakah yang Tuhan pakai untuk memurnikan kita gerejaNya? Dalam Kitab I Petrus 1 : 6,7 dikatakan di sana; “ Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu, yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan DiriNya “. Api yang dipakai Allah untuk memurnikan adalah berbentuk Pengujian. Panas yang ditimbulkannya memisahkan kekotoran kita dari Karakter Ilahi dalam hidup kita. Bila kita telah dimurnikan lewat kesulitan-kesulitan yang berat, kita akan menjadi Transparan !!!
Biarlah ini menjadi jeritan hati kita, menjadi Murni dan Transparan. Bila kita meminta Allah memurnikan kita, Ia akan menyingkirkan kekotoran yang tersembunyi dari hadapan mata kita. Allah mengetahui pikiran dan maksud-maksud yang terdalam bagi kita meskipun kita tidak mengetahuinya. Jadi, sadarilah saat dan musimnya ini secara rohani. Pada saat ujian yang berat datang jangan marah, tetapi pandanglah tujuan dibalik ujian itu.
Selidikilah hati Anda dan ijinkan Allah untuk menyingkirkan semua yang tidak mulia. Ingat, pemurnian memperkuat apa yang baik dan melenyapkan apa yang membuat anda lemah dan mengotori hidup anda!!!!! Bersedialah untuk dimurnikan supaya Anda menjadi perkakas yang mulia yang dapat menyatakan Kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Haleluya!!!!!

DOA TUHAN YESUS

Seluruh pasal ini berisikan doa Tuhan Yesus yang sangat luar biasa. Doa ini juga biasa disebut dengan doa Imam Besar Agung karena Tuhan Yesus adalah Jurusyafaat kita yang mulia. Saya percaya menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali doa ini akan digenapi secara sempurna.
Ada tiga hal penting di dalam doa Tuhan Yesus yang harus menjadi perhatian kita saat ini:
1. Kemuliaan (Yoh. 17:1-5)
Seperti apakah Tuhan Yesus berdoa? Apakah yang Ia doakan atau prioritaskan dalam doa?  Ternyata Ia memulai doa-Nya dengan memuliakan Bapa. Keintiman dengan Bapa adalah prioritas-Nya dalam doa. "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau." - Yoh. 17:1
Keintiman dengan Bapa akan menghasilkan hidup yang penuh dengan kemuliaan. Inilah yang kita perlukan. Jika hidup kita penuh dengan kemuliaan Tuhan maka kita akan menjadi saksi Kristus.
Yesus juga mempermuliakan Bapa dengan menyelesaikan pekerjaan yang Bapa berikan kepada-Nya (ay. 4). Maukah kita juga menyelesaikan pekerjaan yang Tuhan berikan kepada kita? Ketaatan itu penting agar hidup kita dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan.
2. Kekudusan
Berikut Tuhan berdoa untuk orang-orang yang telah menjadi milik kepunyaan-Nya. Kalau Tuhan berdoa untuk kita kira-kira apa yang akan Ia doakan?
Tuhan Yesus berdoa supaya Bapa di sorga memelihara dan menjaga setiap orang yang telah menjadi milik kepunyaan-Nya (ay. 11,12. Ini berart bahwa Tuhan memelihara dan melindungi kita.
Lalu Tuhan berdoa:
"Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran...Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran." - Yoh. 17:17,19. Kalau kita hidup dalam kekudusan maka Tuhan akan melindungi kita dari segala sesuatu yang menimpa dunia ini, dan Ia juga akan memenuhi semua kebutuhan kita secara ajaib.
3. Kesatuan
Yang terakhir Tuhan berdoa untuk semua orang yang akan menjadi percaya kepada-Nya lewat pemberitaan Injil. Apa yang Tuhan doakan?
"Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." - Yoh. 17:21. Di sini Tuhan menghubungkan penuaian dunia ini dengan kesatuan gereja-Nya. Kesatuan gereja akan memilki dampak yang paling kuat terhadap penginjilan dunia.
Apakah yang akan mempersatukan gereja Tuhan?
"...supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka." (Yoh. 17:26) Kasih Tuhanlah yang mempersatukan kita. Itulah sebabnya Tuhan terus memberikan pengurapan kasih-Nya kepada kita, supaya kita dapat menjadi satu dan memenangkan dunia ini. Amin.

BERJAGA-JAGALAH

Sejak awal tahun 2009 gembala  kita menyampaikan apa yang Tuhan katakan dengan begitu kuat "AKU datang segera".. Maka pada hari-hari ini biarlah kita berjaga-jaga seperti dalam Matius 25:13 : “ Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."
Kalau kita membaca dalam Matius 25:1-12 tentang bagaimana perumpamaan mengenai 10 gadis yang menantikan kedatangan mempelai pria.
10 gadis berbicara tentang anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh yang sedang menantikn kedatangan Tuhan Yesus yang kedua (2) kali. Tetapi dari 10 gadis itu ada yang bijaksana dan ada yang bodoh. Kalau kita melihat di ayat 4, yang membedakan antara gadis yang bodoh dan yang bijaksana adalah dalam masalah persediaan minyak. Berarti kalau kita mau agar nanti pada waktu Tuhan Yesus datang yang kedua (2) kali, kita bertemu dengan DIA, syaratnya adalah kita harus punya persediaan minyak! Apa maksudnya? Artinya kita harus selalu ada dalam kondisi penuh dengan Roh Kudus! Tanda awal seorang yang penuh dengan Roh Kudus adalah berbahasa roh.. Tetapi kalau kita mau untuk terus dalam kondisi penuh Roh Kudus, supaya persediaan minyak kita cukup, maka yang kita lakukan :
1. Intim dengan Tuhan.
Tuhan mau supaya kita mencintai Tuhan lebih lagi, doa pujian penyembahan ditambah porsinya!

2. Taat pada Firman Tuhan
Waktu kita taat, maka kita membuat minyak pengurapan dalam hidup kita tidak pernah bocor! Karena itu taat saja, meskipun tidak sesuai dengan pemikiran kita..
Maka waktu kita terus menjaga minyak Roh Kudus dalam hidup kita, maka nanti waktu sangkakala itu berbunyi, kita akan bertemu dengan DIA!

KARUNIA PENEBUSAN INDONESIA

‘Redemptive Gifts’ adalah karunia-karunia termasuk talenta, bakat, ekspresi, semboyan yang ditebus bagi kemuliaan Tuhan atas sebuah bangsa.  Sesungguhnya karunia-karunia tersebut adalah sidik jari Tuhan yang ada tertinggal pada setiap bangsa didunia sebagai papan penunjuk jalan yang ditinggalkan oleh Bapa, Sang Pencipta, menunjuk kearah diriNya didalam sebuah cara yang unik dan relevan bagi masyarakat yang ada didalam bangsa itu.  Bangsa-bangsa yang berada didalam kegelapan menggunakan karunia-karunia tersebut untuk tujuan-tujuan kejahatan.  Namun, sebagai anak-anak Terang yang diberikan otoritas dan kuasa atas bumi, kita berdiri diantara celah untuk mendamaikan, membalikkan keadaan, mengubah kutuk menjadi berkat.  Oleh sebab itu kita perlu mengenali warisan bangsa Indonesia dan menebusnya bagi Tuhan, mengembangkan serta mempersembahkan kembali karunia-karunia yang Tuhan tinggalkan dibangsa kita untuk tujuan-tujuanNya.  Saya percaya Indonesia memiliki banyak karunia-karunia, diantaranya adalah :
Secara singkat pertama-tama, mari kita lihat lambang negara tercinta Republik Indonesia, Garuda.  Didalam penebusanNya, Indonesia memiliki panggilan yang tinggi dan luas laksana burung rajawali yang mengembangkan sayapnya dan terbang tinggi mengatasi badai.  Indonesia memiliki potensi panggilan profetik yang harus dikembangkan diakhir jaman untuk melaksanakan keputusan Tuhan. 
Kedua, pada dada burung Garuda terpapar 5 sila yang kita sebut Pancasila.  Indonesia berkalungkan anugerah (angka 5) serta pada sila pertamanya menempatkan dan mendahulukan Tuhan menjadi prioritas diatas segala-galanya !   
Ketiga, perhatikan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.  Sekalipun berbeda-beda namun tetap satu.  Biarlah Indonesia menggenapi doa Yesus untuk kesatuan dan biarlah kasih Tuhan semakin dinyatakan di Indonesia sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan bangsa Indonesia untuk melakukan tujuan-tujuanNya.
Ketiga, perhatikan letak geografisnya.  Indonesia merupakan bagian dari negara-negara yang ditempatkan Sang Pencipta di wilayah Timur dari pusat bumi (Yehezkiel 5:5).  Bersama dengan bangsa-bangsa Timur lainnya, Indonesia memiliki peran profetik yang penting dihari-hari terakhir untuk mempersiapkan jalan bagi datangnya Raja Kemuliaan yang akan masuk dari wilayah Timur melalui Gerbang Timur.
Keempat, Indonesia adalah negara kepulauan terdiri dari kurang lebih 17,000 pulau.  Alkitab mengatakan mereka yang berada di pulau-pulau memberi penghormatan kepada Tuhan dan memberitakan pujian kepadaNya dengan nyanyian baru.  Biarlah pulau-pulau di Indonesia dengan tiada hentinya menggemakan puji-pujian bagi Tuhan dan jika Ia ditinggikan Ia akan menarik semua orang datang kepadaNya.
Kelima, berkibarnya Sang Saka Merah Putih dinegeri tercinta Indonesia.  Terima kasih Tuhan untuk darahMu (Merah) yang menebus bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang kudus (Putih)  kepunyaan Tuhan !
Dirgahayu Indonesiaku! Kiranya Indonesia mengalami kemerdekaan penuh untuk memasuki tujuan-tujuanNya.  Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia : Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya !

ndah pada waktuNya

Pengkhotbah 3 : 11
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Sebagai manusia rasanya wajarlah bila punya keinginan , punya rencana .
Namun ada berapa banyak manusia yang tidak menyadari bahwa manusia adalah ciptaan bukan pencipta dan yang namanya ciptaan seharusnya bergantung kepada penciptanya yaitu Tuhan karena hanya Tuhanlah yang mempunyai rencana yang sempurna atas ciptaanNya.
Kabar baiknya adalah Tuhan tidak pernah membuat rancangan yang buruk didalam hidup kita.
Yeremia 29 : 11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. 
Memang didalam hidup ini seringkali kita diperhadapkan dengan berbagai macam hal dimana kita harus segera mengambil keputusan dan setiap keputusan selalu ada konsekuensinya.
John C. Maxwell seorang pakar kepemimpinan menulis didalam bukunya :
  • Keputusan yang salah diwaktu yang salah akan menghasilkan bencana.
  • Keputusan yang salah diwaktu yang tepat akan menghasilkan kesalahan.
  • Keputusan yang benar diwaktu yang salah akan menghasilkan suatu hal yang tidak bisa diterima.
  • Keputusan yang benar di waktu yang tepat akan menghasilkan keberhasilan
  • Kabar baiknya adalah Tuhan tidak pernah merencanakan kita untuk gagal melainkan berhasil.
Yosua 1 : 8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 
Agar kita bisa memperoleh tuntunan Tuhan sehingga keputusan kita benar dan waktunya tepat sehingga keberhasilan yang kita raih , ada dua hal yang harus kita perhatikan :  
1. Miliki hati nurani yang murni.
Kis 24 : 16
Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.
Artinya jangan simpan dosa dan jangan ada ganjalan dengan sesama.
Tahun 2010 ini adalah tahun Pemulihan dan Kelimpahan , jadi mari adakan pemulihan hubungan dengan Tuhan dan sesama sehingga kita mengalami kelimpahan dari Tuhan.  
2. Miliki sikap rendah hati dihadapan Tuhan.
Ams 3 : 34
“.. tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.”
Orang yang rendah hati adalah orang yang menyadari bahwa dia adalah ciptaan bukan pencipta , oleh karena itu ia akan selalu berharap dan mengandalkan  Tuhan sang pencipta.
Didalam kehidupan sehari – harinya ia banyak bertanya kepada Tuhan dan baru memutuskan segala sesuatu setelah mendapat jawaban atau tuntunan Tuhan.
Mazmur 25 : 9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
Jalan dari Tuhan pasti membawa kita masuk ke dalam hidup dan hidup didalam segala kelimpahan.
Saudaraku apa masalahmu saat ini ? Tuhan sangat mengasihimu , mari datang kepada Dia dengan hati nurani yang murni serta dengan kerendahan hati berserulah kepadaNya dan percaya bahwa Tuhan pasti akan membuat segala sesuatu indah pada waktuNya.
Tuhan memberkati kita semua. Amin.

SALING MENGHIBUR

Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.”  (1 Tes 4:18)
Ayat ini, dan ayat-ayat yang sebelumnya, adalah ayat-ayat yang paling sering dikhotbahkan dalam ibadah penghiburan di rumah duka saat ada jemaat atau keluarganya yang meninggal.  Namun demikian, rasul Paulus yang menuliskan surat ini kepada jemaat di Tesalonika tentunya tidak mengkhususkan ayat ini hanya sekedar bagi ibadah penghiburan semata, melainkan juga bagi semua jemaat.
Melalui ayat ini rasul Paulus mengajak semua jemaat untuk saling menghibur satu dengan yang lainnya. Hal ini sangat penting untuk kita garisbawahi. Sebagai jemaat, kita harus saling menghibur, saling menguatkan satu dengan yang lainnya dan bukan malah saling menjatuhkan bahkan saling menghancurkan satu dengan yang lainnya.
Mengapa kita perlu saling menghibur?
Sebagai manusia tentunya jemaat pun mengalami berbagai tekanan, persoalan dan pergumulan dalam menjalani kehidupan ini. Dan sebagai makhluk sosial tentunya kita juga tidak dapat menanggung semua beban itu seorang diri. Kita membutuhkan orang lain untuk memberikan dukungan, nasehat, kekuatan, penghiburan serta pertolongan dalam mengahadapi itu semua.
Bagaimana cara kita saling menghibur?
Rasul Paulus mengatakan : “hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.” Perkataan yang mana? Tentunya perkataan-perkataan yang terdapat di ayat yang sebelumnya.
“Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.
Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.
Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”
(1 Tes 4:13-17).
Dalam ayat-ayat ini jelas tergambar beberapa poin penting yang dapat menghibur kita:
  • Jangan berdukacita seperti orang yang tidak memiliki pengharapan.
  • Pada saat kedatangan Tuhan yang kedua kali (second coming), yang mati akan lebih dahulu bangkit dan kita yang masih hidup akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam  awan menyongsong Tuhan di angkasa.
Kalau kita merenungkan ayat-ayat ini, kita akan menyadari satu perkara yang unik yaitu bahwa rasul Paulus mengajak jemaat untuk menghibur satu dengan yang lainnya dengan perkataan-perkataan atau berita tentang kedatangan Tuhan yang kedua kali. Apakah bisa?
Ternyata, sebelumnya rasul Paulus pernah menuliskan kepada jemaat di Roma (Roma 8:18-21) demikian :
Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.
Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,
tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.”
Dari Firman Tuhan ini kita mendapatkan bahwa penderitaan zaman sekarang ini, apapun yang terjadi dalam hidup kita baik itu kesukaran, kesengsaraan, persoalan, tekanan dalam kehidupan TIDAK DAPAT DIBANDINGKAN DENGAN KEMULIAAN YANG AKAN DINYATAKAN KEPADA KITA, yaitu pada saat kedatangannya yang kedua kali. Inilah yang bisa menghibur kita.
Satu pesan Tuhan yang sering diucapkan oleh Gembala Sidang kita : “AKU (YESUS) DATANG SEGERA” harusnya merupakan pesan yang dapat memberikan penghiburan kepada  kita.
Saat saya merenungkan perkataan-perkataan ini, Tuhan Yesus berbisik di hati saya, DIA katakan : “kalau ada orang yang tidak terhibur dengan berita AKU DATANG SEGERA, itu artinya orang tersebut belum ‘nyambung’ dengan apa yang sedang SORGA kerjakan.”
Terus terang saya tersentak, saya bertanya pada diri saya sendiri, apakah saya terhibur dengan berita AKU DATANG SEGERA?
Bagaimana dengan Anda?  Apakah Anda terhibur?  Renungkanlah dan berikan jawaban itu bagi diri anda, dan jangan lupa untuk menghiburkan jemaat yang lain dengan berita YESUS DATANG SEGERA! Maranatha.

MATA YANG FOKUS

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita  dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan tahta Allah.          Ibrani 12: 2
Mata kita sangat menentukan langkah perjalanan iman kita. Kita menjadi orang yang taat berjalan di jalan Tuhan, atau menyimpang dari kehendak Tuhan, awalnya ditentukan oleh kemana mata  diarahkan. Alkitab kaya dengan contoh, apa yang terjadi ketika mata kita salah fokus, dan apa yang diraih ketika Tuhan yang menjadi fokus. Hawa dan Daud adalah contoh tragis karena salah fokus, dan Yosafat adalah teladan kemenangan karena dia memilih untuk tetap berfokus kepada Tuhan.
Hawa melakukan pelanggaran firman Tuhan setelah dia melihat buah yang dilarang untuk dimakan.
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya...........           Kejadian 3: 6
Karena melihat, jadi “tergiur;” anak gaul katakan bikin kepengenan sampe jadi  ngiler. Kalau Hawa tidak melihat ke buah itu bagaimana? Ya pasti  dia bisa menghalau bujukan yang masuk ke pikirannya itu dengan firman Tuhan: “tetapi pohon pengetahuan  tentang yang baik dan yang jahat itu jangan kamu makan buahnya.......” (Kejadian 2: 17). Akibat dari mata yang sudah diarahkan ke buah itu, lalu kelihatannya menggiurkan, maka saat firman itu berbicara di hati untuk melarangnya, langsung tertutup oleh gambaran kenikmatan buah yang menggiurkan. Lebih kuat tarikan   dan ajakan  kenikmatan yang sudah tergambar di depan mata dari pada bisikan  kebenaran di dalam hati. Gara-gara mata!
Bagaimana dengan Daud? Karena matanya tidak difokuskan kepada Tuhan, bisa berubah jadi mata keranjang. Ini peringatan yang keras tentang perlunya mata selalu  dijaga supaya  fokus kepada Tuhan.
“..........pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas  sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. Lalu Daud menyuruh orang.......”  2 Samuel 11: 2-3.
Dimuai dengan hanya iseng jalan-jalan sore di atas sotoh. Tidak ada salahya sama sekali, bangun tidur di petang hari, menghirup udara segar, wajar untuk melihat-lihat dan menikmati keindahan di sekitar. Masalahnya adalah ketika mata tidak didisiplinkan untuk fokus kepada Tuhan, saat ada godaan sedikit saja bisa terpeleset dan  terseret arus. Kisah selanjutnya sudah kita ketahui ......... peristiwa ironis dan tragis yang berbuntut panjang. Berawal dari mata salah fokus. Akibat  dari apa yang Daud lakukan,  peristiwa tragis menimpa keluarganya. Nabi Natan menempelak dosa Daud dengan perkataan berikut:
“Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu selama-lamanya, .......... malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu dari kaum keluargamu sendiri.........” 2 Samuel 12: 10-11.  
Bukan saja Daud harus menanggung malu akibat perbuatannya berzinah dengan Betsyeba; anaknyapun jadi rusak. Amnon memperkosa Tamar, dan Absalom membunuh Amnon. Lalu  Daud dikudeta Absalom sehingga harus jadi pengungsi yang melarikan diri ke hutan, sekaligus perang saudara antara anak dengan bapa. Dimulai dengan mata, berujung dengan aib dan malapetaka sampai mengorbankan banyak nyawa. Sekali lagi, ini gara-gara mata!
Bagaimana dengan Yosafat? Dia mengarahkan matanya kepada Tuhan. Saat musuh yang sangat besar dari tiga bangsa, Moab, Amon dan orang  Meunim mengepungnya,  Yosafat merasa tidak berdaya. Kemampuan yang ada tidak cukup untuk menghadapi serangan mendadak. Tetapi dalam ketidak-berdayaan dan merasa takut, Yosafat mencari Tuhan dan matanya fokus kepada Tuhan.
Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari Tuhan...... 
Ya Allah kami,  tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepadaMu. 2 Tawarikh 20: 3,12
Hasilnya adalah Yosafat dapat menghancurkan semua musuh itu dengan cara yang ajaib. Ketekunan mencari Tuhan,  dan rela berpuasa menanti-nantikan Tuhan dalam hadiratNya karena  mata yang fokus diarahkan kepada Tuhan berakibat meraih kemenangan yang Tuhan  sediakan. Dalam 2 Tawarikh 20: 22-25, firman Tuhan menggambarkan hasilnya. Mereka bukan hanya menghancurkan musuh tanpa sempat  menebaskan pedang, lebih dari itu mereka menjarah banyak barang rampasan, sampai perlu tiga hari mengangkutnya ke Yerusalem. Ini terjadi karena mata  yang fokus kepada Tuhan. Apa yang harus kita lakukan supaya kita fokus kepada Tuhan?
  1. Jadikan Tuhan Yesus sebagai prioritas utama (Kolose 3: 1-2)
  2. Pelihara hati yang murni (Matius 5: 8)
  3. Minta Roh Kudus mencelikkan mata batin oleh Roh Hikmat Nya (Efesus 1: 17-18).
  4. Bergaullah dan berjalanlah dengan Roh Kudus. Bangun penyembahan dalam Roh yang semakin dalam, kobarkan senantiasa roh kita dengan berbahasa roh (I Korintus 2: 10).
Ketika terus mempraktekkan empat hal ini, maka mata kita akan terlatih untuk berfokus kepada Tuhan.  Ketika  hal ini kita bangun menjadi gaya hidup kita setiap hari, maka perjalanan kita adalah kemenangan yang  membawa kepada kemenangan yang semakin besar, dan hidup kita semakin berdampak bagi orang  lain di sekitar kita.
“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita  dalam iman ..........”

KEHIDUPAN YANG BERHASIL

Rehabeam beserta seluruh Israel meninggalkan hukum Tuhan, ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh. Tetapi pada tahun kelima jaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem - karena mereka berubah setia terhadap Tuhan - 2 Tawarikh 12:1-2
Kitab Tawarikh dipenuhi dengan kisah kehidupan raja-raja Yehuda/Israel. Ada yang sukses sampai akhir ada yang tidak, tapi kalau kita baca dan kita perhatikan, lebih banyak yang gagal dari pada yang berhasil. Salomo sekalipun yang begitu cemerlang dan sukses luarbiasa di awal dan pertengahan hidupnya, tapi gagal menyelesaikannya dengan baik.
Mengapa? Kalau kita selidiki kitab Raja-raja /Tawarikh, jawabannya cuma satu: karena mereka berubah setia kepada Tuhan. Mereka tidak terus mencari Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan dengan segenap kekuatan. Mereka mulai berpaling dari Tuhan dan mulai menyembah /mengikuti ilah-ilah lain.
Kalau kita merenungkan kisah dari raja Rehobeam dalam 2 Tawarikh 12, kita akan menemukan hal yang serupa. Alkitab mengatakan; ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh, ia mulai meninggalkan hukum Tuhan.
Sebagai akibatnya, apa yang terjadi? Tuhan mengirimkan raja Sisak dari Mesir untuk memeranginya.
Tetapi pada tahun kelima jaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem - karena mereka berubah setia kepada Tuhan - 2 Taw 12:2
Apa yang dialami Rehabeam akibat ketidaksetiaannya harus dibayar dengan harga yang mahal. Walaupun ia sempat bertobat dan merendahkan diri di hadapan Tuhan - karena diperingati oleh nabi Semaya - tapi tetap saja ia harus kehilangan beberapa kota Yehuda, dan kehilangan barang-barang perbendaharaan Rumah Tuhan dan perbendaharaan rumahnya, semuanya dirampas musuh. Juga perisai-perisai emas yang dibuat Salomo ikut dirampas.
Alkitab mengatakan Rehabeam berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari Tuhan. (2 Taw 12:14).
Seorang raja lain bernama Asa (cucu dari raja Rehabeam), alkitab mencatat bahwa ia melakukan apa yang baik dan yang benar di mata Tuhan, dalam 35 tahun pertama pemerintahannya (2 Taw 14:2, 19). Ia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala dan menghancurkan tiang-tiang berhala. Dan karena hatinya yg tekun mencari Tuhan ini ia mengalami banyak kemenangan dan keberhasilan dalam hidupnya.
Suatu ketika seorang Etiopia bernama Zerah datang dengan laskar yang sangat besar berjumlah 1 juta orang dan 300 kereta menyerbu Asa. Tapi karena Asa berseru dan mengandalkan Tuhan, walaupun pasukannya hanya berjumlah 300 ribu, ia berhasil memenangkan pertempuran itu dengan luar biasa dan menjarah banyak sekali barang-barang.
Asa dan seluruh Yehuda bersukaria, karena dengan segenap hati mereka bersumpah setia dan dengan kehendak yang bulat mereka mencari Tuhan. Tuhan berkenan ditemui oleh mereka dan mengaruniakan keamanan kepada mereka di segala penjuru.
Tapi patut disayangkan Asa berubah setia. Pada tahun ke 36 pemerintahannya ia meminta pertolongan dan mengikat perjanjian dengan raja Benhadad dari Aram. Dan akhirnya Tuhan murka karena perbuatannya ini (2 Taw 16:7-9). Seorang nabi menegornya, tapi ia pun tidak bertobat dari kesalahannya, dan ia bahkan memenjarakan nabi tersebut dan mulai menganiaya beberapa orang dari rakyat (2 Taw 16:10).
Akhirnya ia pun mengalami hal-hal yang tragis di akhir hidupnya. Ia menderita sakit yang parah pada kakinya. Namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan Tuhan, tapi pertolongan tabib-tabib.
Kalau kita merenungkan kisah kehidupan raja-raja Yehuda /Israel tersebut, maka kita menemukan beberapa hal yang penting;

1. Kemenangan /keberhasilan hidup tidak tergantung pada berapa hebatnya atau kuatnya kita, tidak bergantung pada betapa pintarnya kita, dan juga tidak bergantung pada berapa kuatnya musuh kita, tetapi bergantung pada hubungan kita dengan Tuhan. Sekalipun musuh Yehuda lebih kecil, tapi kalau mereka tidak mengandalkan Tuhan mereka pasti kalah (2 Taw 24:24). Tapi betapa besarnya musuh Yehuda kalau mereka andalkan Tuhan, pasti mereka menang (2 Taw 14:9-15).

2. Kita harus lebih berhati-hati menjaga hati dan hidup kita bukan di saat kita masih ada di bawah, tapi justru ketika kita mulai alami berbagai keberhasilan, kita harus lebih berjaga-jaga. Hati kita harus terus tertuju kepada Tuhan. Jangan ada berhala-berhala dalam hidup kita, jangan menyimpang ke kiri atau ke kanan. Bukan awal yang bagus yang akan membawa kita berhasil sampai garis akhir. Tapi bagaimana kita mengakhiri pertandingan, itu yang terpenting.

3. Bila kita seorang pemimpin, kita perlu berjaga-jaga lebih lagi untuk terus setia dan tekun mencari Tuhan dan mengikuti jalan-jalanNya. Kejatuhan pemimpin akan membawa dampak yang besar, yang dapat berakibat fatal bagi kehidupan banyak orang atau kehidupan suatu bangsa (2 Taw 12:1).

Oleh karena itu menjelang Hari Tuhan yang semakin dekat, marilah kita masing2 menjaga hidup kita. Firman Tuhan berkata: barangsiapa berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barang siapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya.
"Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya tinggal di luar." - Wahyu 22:11-15

MENJADI HARTA KESAYANGAN TUHAN

Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan Tuhan berseru dari gunung itu kepadanya: "Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel." - Keluaran 19:3-6
Pada saat orang Yahudi merayakan Pentakosta, mereka akan mengingat peristiwa di gunung Sinai, ketika Tuhan menyatakan diri-Nya di atas gunung dan memberikan Taurat kepada Musa. Peristiwa ini sangat luar biasa karena Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya kepada umat-Nya.
Bagi Musa ini merupakan pengalaman yang sangat ia rindukan. Ia ingin melihat kemuliaan Tuhan. Sebaliknya bagi orang Israel ini merupakan peristiwa yang amat menakutkan karena mereka tidak mau meninggalkan cara hidup mereka yang lama dan memberikan diri mereka untuk dikuduskan oleh Tuhan.
Tuhan menyuruh Musa untuk mengatakan kepada orang Israel bahwa mereka telah melihat perbuatan tangan-Nya yang ajaib yang telah mengeluarkan mereka dari perbudakan di Mesir. Tangan-Nya telah menuntun mereka untuk menyeberangi Laut Merah di atas tanah yang kering. Tangan-Nya telah memelihara mereka selama di padang gurun.
Namun kini bukan tangan-Nya lagi yang Ia nyatakan tetapi wajah-Nya. Kini Tuhan menyatakan pribadi-Nya sebagai Allah yang mulia dan kudus. Tuhan ingin mempertunangkan Israel dengan diri-Nya sendiri. Ia ingin menjadikan Israel sebagai mempelai-Nya, milik kesayangan-Nya. Sayangnya Israel mengeraskan hati dan tidak mau mendekat kepada Tuhan.
Janganlah kita terperangkap ke dalam situasi yang sama, dimana kita hanya menginginkan berkat Tuhan, tetapi tidak merindukan keintiman dengan-Nya. Tuhan sedang mencari orang-orang yang mau menjalin keintiman dengan-Nya karena Tuhan akan datang untuk menjemput mempelai-Nya. Harga keintiman adalah kekudusan. Maukah kita membayar harga ini supaya kita dapat menjadi mempelainya? Marilah seperti Musa kita berkata 'Tuhan, aku ingin melihat kemuliaan-Mu.'

Tuhan memberkati