Selasa, 30 Juli 2013

KUNCI KEMENANGAN DALAM PEPERANGAN

Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa… Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. – Yosua 1:3 ,5
Hari-hari ini kita sedang berada di dalam masa-masa peperangan rohani yang dahsyat. Kita diminta oleh Tuhan untuk masuk dalam peperangan rohani untuk mengambil atau merebut kembali “tanah kanaan” yang seharusnya menjadi milik kita. Apa yang perlu kita lakukan agar kita mengalami kemenangan dalam peperangan rohani ini?
Mari kita belajar dari kisah Yosua ketika ia dan bangsa Israel menduduki dan merebut kota Yerikho dan kota Ai.
1. Banyak Memuji, Menyembah dan Meninggikan Tuhan.
Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: "Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN." – Yosua 6:6
Para Imam diminta untuk mengangkat tabut dan meniupkan sangkakala. Tabut Allah pada waktu itu selalu melambangkan kehadiran Tuhan dan sangkakala tanduk domba yang ditiupkan selalu melambangkan doa, pujian dan penyembahan. Mazmur 22:4 mengatakan bahwa Allah bertahta di atas puji-pujian umat-Nya. Kita perlu menaikan doa, pujian dan penyembahan, membawa hadirat Allah dalam setiap peperangan, persoalan dan masalah yang kita hadapi.
Dalam kisah Yosua pasal 6 ini kita melihat bagaimana tembok setebal 6 meter dapat diruntuhkan dengan doa, pujian dan penyembahan. Dan kita pun teringat kisah dalam Perjanjian Baru bagaimana ketika Paulus dan Silas memuji-muji Tuhan, sendi-sendi penjara Filipi goyang, pintu-pintu penjara dan rantai-rantai terlepas, bukan? (Kisah Para Rasul 16)
Ketika kita memuji dan menyembah Tuhan sesungguhnya kita sedang meninggikan dan menempatkan Tuhan di atas masalah atau persoalan kita. Pada waktu kita memuji-muji dan meninggikan Tuhan, iman kita sedang diangkat untuk melihat bahwa Tuhan lebih besar dari masalah kita; bahwa Dia sanggup untuk menyelesaikan setiap persoalan kita. Iman inilah yang akan mendatangkan mujizat dalam hidup kita.
2. Dilarang “Berkata-kata" Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: "Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah katapun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! --maka kamu harus bersorak." – Yosua 6:10
Melalui Yosua, Tuhan memerintahkan kepada pasukan Israel untuk tidak mengeluarkan sepatah kata pun selain daripada sangkakala yang ditiup terus menerus. Mengapa?
Kecenderungan kita ketika kita menghadapi persoalan /masalah yang sulit adalah berkeluh kesah atau berkata negatif. Keluh kesah, gerutu, sungut-sungut atau ketidak percayaan adalah lawan dari iman. Iblis – musuh kita, ingin kita fokus pada masalah dan kekurangan kita. Dan saat kita berfokus kepada masalah /persoalan, kita akan kehilangan fokus kita akan kebesaran Tuhan, dan kita akan kehilangan iman kita. Itulah sebabnya Tuhan melarang bangsa Israel berkata-kata sewaktu mengelilingi tembok Yeriko. Perkataan yang salah dapat menjadi racun bagi seluruh “perkemahan”. Perkataan yang salah dapat meng-aborsi janji Tuhan atas hidup kita.
3. Jangan ada “Akhan”
Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel. – Yosua 7:1
Kota Ai adalah kota yang kecil. Tetapi kenapa orang Israel mengalami kekalahan dalam penyerbuan yang pertama terhadap kota ini?
Hal itu dikarenakan ada dosa Akhan di dalam perkemahan Israel.
Ketika kita mempelajari seluruh kitab Raja-raja dan kitab Tawarikh mengenai kisah raja-raja Israel dan Yehuda, kita mendapat satu kesimpulan: Ketika / selama raja-raja tersebut berpaut kepada Tuhan, hidup sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, melakukan segenap perintah-perintah-Nya degan tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan, maka kerajaan mereka aman tenteram, dan tak ada satu musuh pun yang dapat bertahan di hadapan mereka. Ketika mereka pergi berperang, maka kemenangan mereka tidak pernah ditentukan dari seberapa besar atau kecil nya musuh, atau seberapa besar kekuatan mereka. Tapi kemenangan mereka selalu ditentukan dari hubungan mereka dengan Tuhan. Satu orang dapat mengalahkan seribu orang, kata Tuhan. Tapi jika mereka berubah setia kepada Tuhan, jangankan musuh yang besar; musuh yang kecil pun mereka pasti kalah.
Oleh karena itu dalam era peperangan rohani yang dahsyat ini, pastikan kita hidup sungguh-sungguh mengasihi dan takut akan Tuhan, lebih banyak berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, dan jangan ijinkan kita berkata-kata yang negatif yang dapat menutup berkat atau kemenangan yang harus kita raih! TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar