KUNCI KEMENANGAN DALAM PEPERANGAN
Setiap tempat
yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti
yang telah Kujanjikan kepada Musa… Seorangpun tidak akan dapat bertahan
menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa,
demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau
dan tidak akan meninggalkan engkau. – Yosua 1:3 ,5
Hari-hari ini kita sedang berada di
dalam masa-masa peperangan rohani yang dahsyat. Kita diminta oleh Tuhan
untuk masuk dalam peperangan rohani untuk mengambil atau merebut kembali
“tanah kanaan” yang seharusnya menjadi milik kita. Apa yang perlu kita
lakukan agar kita mengalami kemenangan dalam peperangan rohani ini?
Mari kita belajar dari kisah Yosua ketika ia dan bangsa Israel menduduki dan merebut kota Yerikho dan kota Ai.
1. Banyak Memuji, Menyembah dan Meninggikan Tuhan.
Kemudian Yosua bin Nun memanggil para
imam dan berkata kepada mereka: "Angkatlah tabut perjanjian itu dan
tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan
tabut TUHAN." – Yosua 6:6
Para Imam diminta untuk mengangkat tabut
dan meniupkan sangkakala. Tabut Allah pada waktu itu selalu
melambangkan kehadiran Tuhan dan sangkakala tanduk domba yang ditiupkan
selalu melambangkan doa, pujian dan penyembahan. Mazmur 22:4
mengatakan bahwa Allah bertahta di atas puji-pujian umat-Nya. Kita
perlu menaikan doa, pujian dan penyembahan, membawa hadirat Allah dalam
setiap peperangan, persoalan dan masalah yang kita hadapi.
Dalam kisah Yosua pasal 6 ini kita
melihat bagaimana tembok setebal 6 meter dapat diruntuhkan dengan doa,
pujian dan penyembahan. Dan kita pun teringat kisah dalam Perjanjian
Baru bagaimana ketika Paulus dan Silas memuji-muji Tuhan, sendi-sendi
penjara Filipi goyang, pintu-pintu penjara dan rantai-rantai terlepas,
bukan? (Kisah Para Rasul 16)
Ketika kita memuji dan menyembah Tuhan
sesungguhnya kita sedang meninggikan dan menempatkan Tuhan di atas
masalah atau persoalan kita. Pada waktu kita memuji-muji dan meninggikan
Tuhan, iman kita sedang diangkat untuk melihat bahwa Tuhan lebih besar
dari masalah kita; bahwa Dia sanggup untuk menyelesaikan setiap
persoalan kita. Iman inilah yang akan mendatangkan mujizat dalam hidup
kita.
2. Dilarang “Berkata-kata" Tetapi
Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: "Janganlah
bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah katapun janganlah
keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu:
Bersoraklah! --maka kamu harus bersorak." – Yosua 6:10
Melalui Yosua, Tuhan memerintahkan
kepada pasukan Israel untuk tidak mengeluarkan sepatah kata pun selain
daripada sangkakala yang ditiup terus menerus. Mengapa?
Kecenderungan kita ketika kita
menghadapi persoalan /masalah yang sulit adalah berkeluh kesah atau
berkata negatif. Keluh kesah, gerutu, sungut-sungut atau ketidak
percayaan adalah lawan dari iman. Iblis – musuh kita, ingin kita fokus
pada masalah dan kekurangan kita. Dan saat kita berfokus kepada masalah
/persoalan, kita akan kehilangan fokus kita akan kebesaran Tuhan, dan
kita akan kehilangan iman kita. Itulah sebabnya Tuhan melarang bangsa
Israel berkata-kata sewaktu mengelilingi tembok Yeriko. Perkataan yang
salah dapat menjadi racun bagi seluruh “perkemahan”. Perkataan yang
salah dapat meng-aborsi janji Tuhan atas hidup kita.
3. Jangan ada “Akhan”
Tetapi orang Israel berubah setia dengan
mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi
bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari
barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap
orang Israel. – Yosua 7:1
Kota Ai adalah kota yang kecil. Tetapi kenapa orang Israel mengalami kekalahan dalam penyerbuan yang pertama terhadap kota ini?
Hal itu dikarenakan ada dosa Akhan di dalam perkemahan Israel.
Ketika kita mempelajari seluruh kitab
Raja-raja dan kitab Tawarikh mengenai kisah raja-raja Israel dan Yehuda,
kita mendapat satu kesimpulan: Ketika / selama raja-raja tersebut
berpaut kepada Tuhan, hidup sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, melakukan
segenap perintah-perintah-Nya degan tidak menyimpang ke kiri dan ke
kanan, maka kerajaan mereka aman tenteram, dan tak ada satu musuh pun
yang dapat bertahan di hadapan mereka. Ketika mereka pergi berperang,
maka kemenangan mereka tidak pernah ditentukan dari seberapa besar atau
kecil nya musuh, atau seberapa besar kekuatan mereka. Tapi kemenangan
mereka selalu ditentukan dari hubungan mereka dengan Tuhan. Satu orang
dapat mengalahkan seribu orang, kata Tuhan. Tapi jika mereka berubah
setia kepada Tuhan, jangankan musuh yang besar; musuh yang kecil pun
mereka pasti kalah.
Oleh karena itu dalam era peperangan
rohani yang dahsyat ini, pastikan kita hidup sungguh-sungguh mengasihi
dan takut akan Tuhan, lebih banyak berdoa, memuji dan menyembah Tuhan,
dan jangan ijinkan kita berkata-kata yang negatif yang dapat menutup
berkat atau kemenangan yang harus kita raih! TUHAN YESUS MEMBERKATI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar