Senin, 02 Juni 2014

PERGI UNTUK KEMBALI

Kisah Para Rasul1:9-11
Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”
• Seringkali perpisahan, baik untuk sementara waktu atau untuk selamanya selalu disertai dengan air mata, tidak ada kebahagiaan dan tidak ada sukacita dalam sebuah perpisahan, yang ada hanyalah kesedihan dan air mata.
• Namun lain halnya dengan Tuhan Yesus dan Murid-murid-Nya, peristiwa Kematian-Nya yang luar biasa, Kebangkitan-Nya yang menggoncang dunia dan Kunjungan-Nya kepada murid-muridNya selama 40 hari yang mengagetkan murid-murid-Nya dan membuat murid-murid-Nya bersukacita.
•  Lalu tibalah waktunya untuk berpisah, namun perpisahan Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya tidak disertai dengan air mata, tidak ada kesedihan, tidak ada kemuraman dan dukacita.
Lukas 24:50-53
50.  Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
51.  Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke Sorga.
52.  Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang
ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
53. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.
      Poinnya adalah ayat 52: “Mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.” Mereka tetap bersukacita walaupun harus berpisah dengan Tuhan Yesus. Hal tersebut harus kita contoh, mengapa? Karena hidup manusia banyak diwarnai dengan perpisahan, dan harusnya setiap perpisahan tersebut tidak boleh menggeser sukacita anak-anak Tuhan, karena sukacita anak-anak Tuhan adalah sukacita abadi.
      Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!  Lukas 24:52, “Mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.”
Mengapa mereka bersukacita?
1. KARENA TUHAN YESUS PERGI UNTUK KEMBALI
      Kisah Para Rasul 1:11, “Dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”
      Perpisahan dengan Tuhan Yesus bukan merupakan kesedihan dan dukacita, tapi perpisahan dengan Tuhan Yesus merupakan suatu  sukacita, karena Dia pergi untuk kembali.
2. KARENA TUHAN YESUS PERGI UNTUK MENYEDIAKAN TEMPAT
     BAGI ORANG-ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA.
Yohanes 14:1-4
a.  Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga
kepada-Ku.
b.  Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu
Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
c.  Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat
bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-
Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
d.  Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”
      Ayat tersebut di atas menyatakan bahwa:
-  Bagian kita adalah Sorga karena kita sudah ditentukan untuk tinggal di Sorga.
-  Membuktikan bahwa Sorga itu nyata dan bukan isapan jempol belaka.
3. KARENA KEPERGIAN-NYA DAN KEDATANGAN-NYA KEMBALI MEMBUKTIKAN BAHWA YESUS ADALAH TUHAN DAN JURUSELAMAT YANG BERKUASA ATAS SEGALANYA.
      Anugerah Keselamatan tidak akan pernah sempurna tanpa kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga dan tanpa kedatangan-Nya kembali. Kepergian-Nya dan Kedatangan-Nya kembali membuktikan dan menyatakan bahwa Dia adalah Sang Penguasa atas segala sesuatu di muka bumi ini.
4. KARENA MEREKA DAPAT MEMPERSIAPKAN KEDATANGAN TUHAN YANG KEDUA KALI
      Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga (Kisah Para Rasul 1:11).Kita sangat yakin dan percaya dengan Firman Tuhan di atas bahwa Dia pasti datang kembali.
     Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada (Yohanes 14:3).
    Sebagai Orang Percaya, kita harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali, yaitu:
      -  Tetap setia dan setia sampai mati (Wahyu 2:10)
      -  Giat dalam melayani Tuhan dan sesama (1 Korintus 15:58)
      -  Menjaga diri supaya tidak tercemar oleh dunia (Efesus 5:5)
      -  Berjaga-jaga kedatanganNya seperti pencuri (1 Tesalonika 5:1-3,
         Matius 25:1)
Janganlah takut, karena Dia menyertai kita saat ini dan hendaknya kita semua berbahagia karena Dia pergi untuk kembali. Haleluya!

Jumat, 27 September 2013

GOD LIVES transformed

God's promise to us is not just empty promises only mere myth but the promise of God is so going to happen in our lives for our lives to please Him. Entering 2013, the Lord gave revelation that God will lead us to a new level, a new dimension and His promises will be fulfilled in our lives. But we often think how God leading us to a new level? Let us learn from someone named Jephthah.
Jephthah is a descendant of a harlot whose origin is not clear. Jephthah's father was Gilead, which also included the descendants of the tribe of the lowest morals. Gilead indeed have a legitimate wife but she had an affair with a prostitute to Jephthah's born. As adults, the presence of unwanted Jephthah of Gilead, the family terusirlah it from them and they also run away in the land of Tob.Jephthah's name meaning is "the open" . Judges 11:1-3 says  "Now Jephthah of Gilead, was a warrior, but it's the son of a prostitute is the father Jephthah of Gilead. Gilead's wife also bore him sons. After the kids are his wife, then they expel Jephthah, and said to him: "You do not get an inheritance in our family, because you are the son of another woman." Then Jephthah fled from his brothers and dwelt in the land of Tob; there gathered to culprits who go rob along with him. "
But why God put a Jephthah? Is not life a lot of Jephthah the downside? And what Jephthah have until God took him 'leveling up'?
1. Jephthah did not lose even if it loses its divine identity 'inheritance'
Judges 11:9 says  "Jephthah said to the elders of Gilead:" So, if you bring me back to fight the Ammonites, and the LORD gave them to me,  then I will be on your head? "" 
Our divine identity is not determined by what we have / do but is determined by a great God, a ready lift us as His children. Satan always attacks and identity testing so we do not have the ability to level up, and said:  ... "If you are the Son of God ...  (Matthew 4:3 & 6).
We should be more convincing ourselves every day that we are children of God's identity until we have the courage to approach His throne.  "Therefore let us with great courage to the throne of grace, that we may receive mercy and find grace to help us get in time. "  (Hebrews 4:16).
Along with our great God can do great things that inspire the world even though we are not a 'big'!
2. Jephthah did not lose his faith in God
Judges 11:11 says  "Then Jephthah went with the elders of Gilead, and the people made ​​him head and commander of them. But Jephthah bring the whole matter before the Lord, in Mizpah. " 
Things that make us NOT lose faith in God in the middle of heavy struggle is to be near His people of God through  "... I will praise him ... - I will Prepare an Habitation him ..."(Exodus 15:2)
Make the Word of God as a 'place' we leave tracks in the future, because we can not put the future on what we see alone. 's Word unto our God when we lose the vision / footing.
 3. Jephthah did not lose his commitment to God
Judges 11:30-31 says "Then Jephthah bernazarlah the Lord, he said:  "If thou earnest deliver the Ammonites into my hand, then what comes out of the doors of my house to meet me when I return safely from Ammon, will belong to the Lord, and I will sacrifice it as a burnt offering. "" .
To go up levels, not only required belief in God but we also need to trust our God will we serve His faithfulness. Commitment means keep doing 'vows' us in our love for God even though we lost.
Healing Quote:God has full sovereignty to choose someone, It's never seen someone's background, including Jephthah to receive an award from the Lord.
"And what else should I say? Because I will be the lack of time, when I want to tell of Gideon, Barak, Samson, Jephthah, of David and Samuel and the prophets "Hebrews 11:32
PortalTeam (SP)