PADANG GURUN MENJADI KEBUN BUAH-BUAHAN OLEH KARENA ROH KUDUS
“Sampai
dicurahkan kepada kita Roh dari atas : Maka padang gurun akan menjadi
kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.”
(Yesaya 32:15)Kondisi
kehidupan yang nyaman dan tenteram sedang terjadi dalam teks ayat ini,
mereka mengalami berkat hasil panen yang berlimpah, dan kondisi hidup
nyaman ini disukai oleh bangsa Israel dan kenyamanan itu bersumber dari
ladang gandum, ladang anggur yang selama ini menghasilkan buah yang
sangat banyak dan melimpah menjadikan mereka hidup nyaman dan tenteram.
Kenyamanan ini yang membuat mereka jauh dari Tuhan, menyimpang dan
meninggalkan ibadah kepada Allah serta tidak lagi mengikuti kehidupan
yang ditetapkan oleh Firman Allah, sehingga Yesaya berkata dalam Yesaya 32:9, “...bangunlah, dengarkanlah suaraku, hai anak-anak perempuan yang hidup tenteram, perhatikanlah perkataanku..”
Ketika mereka tetap hidup nyaman, lalu
meninggalkan persekutuan serta ibadah kepada Allah, maka berikutnya
bencana akan terjadi, buah anggur akan habis, panen buah yang lainnya
pun tidak ada, keadaan yang mengerikan...ada hubungan yang nyata dalam
hasil panen antara kehidupan orang-orang yang beribadah dan mencari
Allah dengan sungguh-sungguh dan kehidupan yang meninggalkan Allah
karena telah nyaman.
Oleh sebab itu Yesaya berkata dalam pasal 32:11-12, “Hai perempuan (bangsa Israel) yang hidup nyaman gemetarlah...kenakan kain kabungmu dan merataplah....” karena
kebun anggur sudah habis binasa, tidak ada lagi panen buah-buah yang
lain dan ladang-ladangmu akan berubah dipenuhi semak duri dan putri
malu. Keramaian kotamu berubah menjadi sepi dan tanah menjadi rata hanya
menghasilkan rumput yang membuat keledaimu saja yang kegirangan.
Keadaan yang sangat mengerikan dan
menyedihkan yang dialami oleh orang Israel sebagai akibat dari
kenyamanan hasil panen melimpah-limpah yang menyebabkan mereka tidak
lagi membutuhkan Allah dan mencari Allah dalam hidupnya. Bagaimana
supaya mereka mengalami kembali masa-masa tuaian yang berlimpah-limpah
dan padang gurun diubahkan menjadi kebun buah-buahan?
Tidak ada cara lain kecuali “Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas, itu yang membuat padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan.” Suatu
manifestasi dari Karya Roh Kudus yang dahsyat yang dapat membalikkan
keadaan yang sangat buruk menjadi sangat baik, tandus menjadi sangat
subur, kekeringan menjadi sangat makmur, dari tidak ada panen menjadi
panen yang berlimpah-limpah bahkan kalau kita merunut kitab Kisah Para
Rasul, setelah Hari Pentakosta maka berikutnya penuaian jiwa-jiwa yang
besar.
Ada persyaratan yang dinyatakan di dalam Alkitab untuk tercurahnya Roh Kudus seperti hujan yang sangat lebat dan dahsyat: Yesaya
44:3, “Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan
hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke
atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.” Kondisi
kehidupan yang menjadi persyaratan agar Roh Kudus dicurahkan seperti
hujan yang lebat diibaratkan oleh Yesaya seperti tanah yang haus dan
tanah yang kering, ini menggambarkan tentang keadaan hati manusia yang
sangat merindukan, menginginkan dan antusias untuk mengalami kepenuhan
Roh Kudus, dari dalam dirinya ada dorongan yang kuat untuk
menanti-nantikan Roh Kudus dalam kehausan dan kelaparan akan Tuhan.
Para Rasul di atas loteng dengan jiwa
yang begitu dahaga akan Roh Kudus yang dijanjikan sehingga itu membuat
mereka memprioritaskan untuk mengalami pencurahan Roh Kudus selama
sepuluh hari, mereka betul-betul seperti seorang yang kehausan yang
tidak lagi mempedulikan yang lainnya sampai mendapatkan air yang mereka
sangat butuhkan, demikian juga hari-hari ini kita harus seperti
seseorang yang sangat kehausan akan air, sehingga mata kita, fokus kita,
hasrat kita dan keinginan kita mendapatkan air itu, hati dan jiwa yang
seperti ini akan mengalami hujan Roh Tuhan dan berkat Tuhan seperti
hujan yang sangat lebat. Kondisi seseorang yang mengalami kehausan:
1. Fokusnya Hanya AirApabila
kita sedang mengalami sangat kehausan maka kedua mata kita akan
terfokus kepada air, walaupun mata kita melihat benda-benda atau
material yang lain tetapi itu tidak akan membuat hati kita tergerak
untuk meraihnya atau mengambilnya karena mata kita sedang terfokus
dengan air. Mata kita akan terus terpusat kepada satu benda saja yaitu
air. Seseorang yang haus akan Allah matanya tertuju hanya kepada Tuhan.
Paulus mengingatkan kepada jemaat yang ada di Filipi bahwa jika mata
mereka tertuju kepada perkara-perkara duniawi maka kebinasaan akan
menimpa diri mereka (Filipi 3 : 19).
Sebaliknya kita seperti yang dikatakan di dalam kitab Ibrani
12:2, “...memiliki mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita
dalam iman, dan yang membawa iman itu kepada kesempurnaan.....” Biarlah
setiap kita tetap memiliki mata yang hanya tertuju kepada Tuhan Yesus
sebagai bentuk kehausan hati dan jiwa kita kepada Allah, sampai Tuhan
mencurahkan Roh-Nya dari atas dengan memenuhi kita sehingga padang gurun
dalam hidup kita diubahkan menjadi kebun buah-buahan.
Demikian juga karena fokus kita hanya
tertuju pada Allah maka segala pikiran kita akan terpusatkan pada Allah,
bagaimana cara supaya mendapatkan kepenuhan Roh Kudus dalam hidupnya.
Jika kita haus akan Allah maka kita akan memusatkan perhatian kita
melalui pikiran yang baik, mulia, kebajikan dan yang suci.
2. Hasratnya Hanya AirSeorang
yang haus memiliki hasrat yang sangat kuat untuk mendapatkan air,
keinginannya yang utama adalah untuk mendapatkan air, walaupun di
sekitar dia ada benda-benda yang lainnya. Halangan dan rintangan yang
menghadang di depannya tidak akan menghalangi hasrat dalam hati dan
jiwanya untuk tetap mendapatkan air.
Demikian juga seseorang yang mengalami
kehausan akan Allah; hasratnya hanya dikuasai dan terdorong untuk
mendapatkan Allah saja. Seorang yang sedang memburu Tuhan dalam hidupnya
maka ada desakan yang kuat dalam hati dan jiwanya untuk mencari dan
menemukan Tuhan bagi dirinya. Daya tarik air menjadikan dirinya hanya
dikuasai oleh keinginan untuk mendapatkannya, seperti yang terdapat
dalam ungkapan hasrat Daud melalui Mazmur 63:2.
Biarlah hasrat kita hari-hari ini hanya
dipenuhi keinginan untuk mengalami Roh Kudus yang dicurahkan Tuhan ke
dalam hidup kita, inginkan dan cari sampai mendapatkannya, sehingga Roh
Kudus mengubah padang gurun menjadi kebun buah-buahan dalam hidup kita.
3. Prioritasnya Hanya AirSeseorang
yang sedang mengalami kehausan dalam dirinya maka prioritas yang utama
dalam dirinya adalah air, demikian juga dengan seseorang yang sedang
mengalami hati yang haus akan Allah maka prioritas utama dalam hidupnya
adalah Pribadi Tuhan Yesus. Prioritas dalam hidup kita mencerminkan apa
yang menjadi pilihan utama dalam diri kita, jika prioritas utama kita
mencari wajah Tuhan, maka semua kegiatan-kegiatan yang lainnya tidak
akan menggeser keinginan kita untuk berjumpa dengan Tuhan. Milikilah
prioritas yang tepat, yaitu yang utama melayani Tuhan secara pribadi
dalam pujian, penyembahan, doa, saat teduh secara konsisten. Jagalah
selalu agar prioritas tersebut tidak bergeser atau tergantikan dengan
kepentingan-kepentingan pribadi, bisnis, pekerjaan dan hal-hal duniawi,
prioritas untuk mengalami kepenuhan Roh Kudus menjadi posisi puncak
dalam prioritas hidup kita.
Daud di tengah-tengah kesibukannya
sebagai seorang raja tetap menampilkan kehidupan yang banyak duduk dalam
hadirat Allah dengan 7 kali sehari tetap memuji-muji Tuhan karena Daud
tetap menempatkan prioritas keinginannya kepada Allah dalam puncak
posisi kerinduannya. Prioritaskan untuk semakin mengalami kepenuhan Roh
Kudus, sebab dengan terjadinya Roh Kudus yang tercurah dari atas maka
akan terjadi perubahan yang hebat, yaitu padang gurun menjadi kebun
buah-buahan dalam hidup kita.
4. Rela Berkorban Demi Mendapatkan AirJika
kita ingin Roh Kudus semakin memenuhi hidup kita maka kita juga harus
rela untuk kehilangan sesuatu yang menghambat dan menghalangi Roh Tuhan
tercurah dalam hidup kita. Paulus dengan jelas menyatakan didalam Filipi
3:8, “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan
Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena
Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah,
supaya aku memperoleh Kristus.”Siapapun kita tidak ikhlas untuk
kehilangan sesuatu, karena sifat manusia hanya ingin menerima dan bukan
kehilangan, tetapi melalui ayat di atas maka untuk mendapatkan sesuatu
yang mulia maka kita harus berani kehilangan segala sesuatu demi
mendapatkan Yesus Kristus dan Roh Kudus dalam diri kita.
PenutupDampak dari
Roh Kudus yang tercurah dari atas bagi hidup kita menyebabkan kekeringan
dan kegersangan yang sedang melanda segala aspek hidup kita akan
berubah menjadi kebun anggur dan ladang-ladang dalam kehidupan kita
yaitu sumber-sumber kehidupan kita akan diubahkan dengan luar biasa
menjadi kebun buah-buahan bahkan sampai seperti hutan, artinya akan ada
pemulihan seutuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar