Menjadi Saksi Kristus Yang Sukses
“Tetapi kamu akan
menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan
menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan
sampai ke ujung bumi."
(Kisah Para Rasul 1:8)
(Kisah Para Rasul 1:8)
Menjelang kedatangan Tuhan yang sudah
sangat dekat ini, maka pesan untuk kita pergi memberitakan injil dan
menjadi saksi Kristus menjadi pesan yang sangat-sangat kuat. Kita
diminta menjadi saksi Kristus di mana pun kita berada.
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." – Matius 24;14
Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut. – Habakuk 2:14
Para Rasul dan para Nabi sepakat bahwa
saat ini kita sedang berada dalam gelombang Reformasi Apostolik ketiga
dan yang terakhir, di mana orang-orang kudus /anak-anak Tuhan akan
mengambil alih kekuasan /dominion di segala bidang kehidupan.
Pemerintahan kerajaan Tuhan /gereja akan bangkit dan mempengaruhi
pemerintahan dunia. Gereja akan menjadi saksi-Nya, mempraktekkan dan
menghadirkan prinsip-prinsip Kerajaan Allah di dalam dunia Art &
Entertaintment, Bisnis, Church /Gereja, Distribution for the Poor /
Sosial, Pendidikan, Keluarga, dan Pemerintahan / Hukum – atau yang
semuanya biasa dikenal dengan ke – 7 Gunung.
Tuhan mau agar gereja-Nya bangkit dan menduduki “gunung-gunung” tersebut.
Salah satu hal yang sangat penting untuk
gereja-Nya dapat menduduki “gunung-gunung” tersebut adalah memiliki
pengurapan untuk mengerti waktu dan musim. Atau dengan kata lain gereja
harus memiliki kepekaan untuk mengetahui tuntunan-Nya untuk dapat
menjadi saksi yang memuliakan nama Nya. Hari-hari ini adalah waktu yang
jahat, dan berlalunya sangat cepat (Mazmur 90:9-10). Kita butuh hikmat
Tuhan, tuntunan Tuhan, suara Tuhan agar kita dapat mengerti dan
mengetahui kehendak Tuhan dengan tepat.
Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan
yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.
Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu
akan hidup! – Yesaya 55:2-3
Aku hendak mengajar dan menunjukkan
kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku
tertuju kepadamu. – Mazmur 32:8
Tuhan akan memberi kepekaan kepada kita
keputusan apa atau langkah apa yang harus kita ambil dan mana yang tidak
seharusnya kita ambil. Tuhan akan memberi kepekaan kepada kita bisnis
apa yang harus kita ambil dan bisnis mana yang tidak seharusnya kita
ambil, dan sebagainya. Apabila kita dengar-dengaran akan tuntunan Tuhan
maka niscaya kita akan berhasil dan beruntung (Yosua 1:8; Mazmur 1:1-3).
Saya teringat kisah seorang ibu, sebagaimana yang diceritakan oleh Ps. Joel Osteen dalam bukunya yang berjudul “It’s Your Time”
– bernama Amber Corson. Ia seorang ibu dengan tiga orang anak yang
masih kecil. Setelah suaminya dipecat dari pekerjaannya, ia harus
bekerja pada malam hari untuk membiayai kehidupan keluarganya. Sampai
suatu hari ia merasa bahwa fisiknya sudah tidak kuat lagi untuk bekerja
setiap hari sampai larut malam, akhirnya ia berdoa kepada Tuhan: “Tuhan
tolong beritahu saya, apa yang harus saya lakukan agar keluargaku bisa
melewati semuanya ini?”
Dalam sekejab Tuhan menjawabnya: “Aku telah memberikan kepadamu karunia. Pergilah bertaman. Lakukan apa yang disukai hatimu”.
Ibu ini ternyata memiliki ijazah dalam
bidang holtikultura yang tidak pernah ia gunakan selama ini. Ia memiliki
talenta alami untuk membuat sesuatu bertumbuh. Malamnya ia memberitahu
suaminya apa yang Tuhan taruh di dalam hatinya. Ia mendoakan hal
tersebut. Dan dalam beberapa minggu kemudian ia berkata, bahwa segala
sesuatunya seperti mimpi. Saat ini ia sudah memiliki usaha pertamanan
yang diberinya nama Eden Paradise Garden. Usahanya berkembang dengan
pesat jauh melebihi apa yang dapat ia bayangkan.
Mungkin beberapa dari Saudara juga
pernah mendengar kesaksian dari seorang yang bernama Angus Buchan –
seorang hamba Tuhan tapi sekaligus seorang petani keturunan Inggris yang
tinggal di suatu daerah di Afrika Selatan. Kisah ini kisah nyata dan
sempat ditayangkan dalam Layar Lebar berjudul “Faith like Potatoes”
(“Iman Seperti Kentang”). Pada mulanya ia bukanlah seorang petani yang
sukses. Ia adalah seorang peternak sederhana yang bahkan hanya tinggal
di sebuah caravan bersama istrinya yang sedang mengandung serta ke-tiga
anaknya yang masih kecil-kecil. Hidupnya penuh dengan kesulitan.
Hidupnya mulai diubahkan sewaktu ia mengenal dan menerima Yesus sebagai
Tuhan dan Juruselamatnya. Singkat cerita suatu ketika daerah di mana ia
tinggal yaitu di Greytown mengalami keadaan yang sangat sulit
(paceklik). Tanah di mana ia tinggal menjadi tanah yang gersang. Sangat
sulit untuk bercocok tanam apapun. Badai El Nino telah membuat hancur
keadaan di daerah tersebut. Pada saat yang sangat sulit Angus merasa
dirinya dituntun oleh Tuhan untuk menanam kentang (suatu hal yang
mustahil pada waktu itu). Para ilmuwan memberitahu nya untuk tidak
menanam kentang. Karena dibutuhkan system irigasi yang baik untuk dapat
menanam kentang, yang mana hal itu sangat lah tidak mungkin di tengah
kegersangan yang ada. Orang-orang di sekelilingnya mulai mencemooh nya.
Tapi Ia berdoa dan berdoa dan ia tau Tuhan menuntunnya untuk menanam
kentang. Dan ia taat.
Apa yang terjadi sungguh di luar dugaan.
Sangat dahsyat. Di saat orang-orang mengalami keadaan yang sangat
sulit. Di saat orang-orang tidak memiliki sesuatu untuk mereka panen,
Angus Buchan mengalami panen kentang secara luar biasa. Ia mendadak
menjadi seorang pengusaha kentang yang kaya raya. Semua itu terjadi
karena ia mendengar tuntunan Tuhan dan mentaatinya.
Hari-hari ini Tuhan sedang mencurahkan
Roh Nya. Ia sedang mencurahkan Roh-Nya dalam bentuk api dan angin. Api
dimaksudkan untuk memurnikan kita, tapi angin diturunkan Tuhan untuk
menuntun umat-Nya. Jika kita mau menjadi orang-orang yang sukses, maka
kita harus dengar-dengaran akan tuntunan Nya. Jadilah pribadi yang peka
terhadap suara-Nya, dan terimalah kesukesan, nama Tuhan dipermuliakan.
Dalam hal inilah Bapa-Ku
dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu
adalah murid-murid-Ku." – Yohanes 15:8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar