MATA YANG FOKUS
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman,
dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan
mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti ganti sukacita yang
disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan tahta
Allah. Ibrani 12: 2
Mata kita sangat menentukan langkah
perjalanan iman kita. Kita menjadi orang yang taat berjalan di jalan
Tuhan, atau menyimpang dari kehendak Tuhan, awalnya ditentukan oleh
kemana mata diarahkan. Alkitab kaya dengan contoh, apa yang terjadi
ketika mata kita salah fokus, dan apa yang diraih ketika Tuhan yang
menjadi fokus. Hawa dan Daud adalah contoh tragis karena salah fokus,
dan Yosafat adalah teladan kemenangan karena dia memilih untuk tetap
berfokus kepada Tuhan.
Hawa melakukan pelanggaran firman Tuhan setelah dia melihat buah yang dilarang untuk dimakan.
Perempuan itu melihat, bahwa
buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula
pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari
buahnya dan dimakannya........... Kejadian 3: 6
Karena melihat, jadi “tergiur;” anak
gaul katakan bikin kepengenan sampe jadi ngiler. Kalau Hawa tidak
melihat ke buah itu bagaimana? Ya pasti dia bisa menghalau bujukan yang
masuk ke pikirannya itu dengan firman Tuhan: “tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu jangan kamu makan buahnya.......” (Kejadian 2: 17).
Akibat dari mata yang sudah diarahkan ke buah itu, lalu kelihatannya
menggiurkan, maka saat firman itu berbicara di hati untuk melarangnya,
langsung tertutup oleh gambaran kenikmatan buah yang menggiurkan. Lebih
kuat tarikan dan ajakan kenikmatan yang sudah tergambar di depan mata
dari pada bisikan kebenaran di dalam hati. Gara-gara mata!
Bagaimana dengan Daud?
Karena matanya tidak difokuskan kepada Tuhan, bisa berubah jadi mata
keranjang. Ini peringatan yang keras tentang perlunya mata selalu
dijaga supaya fokus kepada Tuhan.
“..........pada waktu
petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu
berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh
itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
Lalu Daud menyuruh orang.......” 2 Samuel 11: 2-3.
Dimuai dengan hanya iseng jalan-jalan
sore di atas sotoh. Tidak ada salahya sama sekali, bangun tidur di
petang hari, menghirup udara segar, wajar untuk melihat-lihat dan
menikmati keindahan di sekitar. Masalahnya adalah ketika mata tidak
didisiplinkan untuk fokus kepada Tuhan, saat ada godaan sedikit saja
bisa terpeleset dan terseret arus. Kisah selanjutnya sudah kita ketahui
......... peristiwa ironis dan tragis yang berbuntut panjang. Berawal
dari mata salah fokus. Akibat dari apa yang Daud lakukan, peristiwa
tragis menimpa keluarganya. Nabi Natan menempelak dosa Daud dengan
perkataan berikut:
“Oleh sebab itu, pedang
tidak akan menyingkir dari keturunanmu selama-lamanya, ..........
malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu dari kaum keluargamu
sendiri.........” 2 Samuel 12: 10-11.
Bukan saja Daud harus menanggung malu
akibat perbuatannya berzinah dengan Betsyeba; anaknyapun jadi rusak.
Amnon memperkosa Tamar, dan Absalom membunuh Amnon. Lalu Daud dikudeta
Absalom sehingga harus jadi pengungsi yang melarikan diri ke hutan,
sekaligus perang saudara antara anak dengan bapa. Dimulai dengan mata,
berujung dengan aib dan malapetaka sampai mengorbankan banyak nyawa.
Sekali lagi, ini gara-gara mata!
Bagaimana dengan Yosafat?
Dia mengarahkan matanya kepada Tuhan. Saat musuh yang sangat besar dari
tiga bangsa, Moab, Amon dan orang Meunim mengepungnya, Yosafat merasa
tidak berdaya. Kemampuan yang ada tidak cukup untuk menghadapi serangan
mendadak. Tetapi dalam ketidak-berdayaan dan merasa takut, Yosafat
mencari Tuhan dan matanya fokus kepada Tuhan.
Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari Tuhan......
Ya Allah kami, tidakkah
Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk
menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami
tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju
kepadaMu. 2 Tawarikh 20: 3,12
Hasilnya adalah Yosafat dapat
menghancurkan semua musuh itu dengan cara yang ajaib. Ketekunan mencari
Tuhan, dan rela berpuasa menanti-nantikan Tuhan dalam hadiratNya
karena mata yang fokus diarahkan kepada Tuhan berakibat meraih
kemenangan yang Tuhan sediakan. Dalam 2 Tawarikh 20: 22-25, firman
Tuhan menggambarkan hasilnya. Mereka bukan hanya menghancurkan musuh
tanpa sempat menebaskan pedang, lebih dari itu mereka menjarah banyak
barang rampasan, sampai perlu tiga hari mengangkutnya ke Yerusalem. Ini
terjadi karena mata yang fokus kepada Tuhan. Apa yang harus kita
lakukan supaya kita fokus kepada Tuhan?
- Jadikan Tuhan Yesus sebagai prioritas utama (Kolose 3: 1-2)
- Pelihara hati yang murni (Matius 5: 8)
- Minta Roh Kudus mencelikkan mata batin oleh Roh Hikmat Nya (Efesus 1: 17-18).
- Bergaullah dan berjalanlah dengan Roh Kudus. Bangun penyembahan dalam Roh yang semakin dalam, kobarkan senantiasa roh kita dengan berbahasa roh (I Korintus 2: 10).
Ketika terus mempraktekkan empat hal
ini, maka mata kita akan terlatih untuk berfokus kepada Tuhan. Ketika
hal ini kita bangun menjadi gaya hidup kita setiap hari, maka perjalanan
kita adalah kemenangan yang membawa kepada kemenangan yang semakin
besar, dan hidup kita semakin berdampak bagi orang lain di sekitar
kita.
“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman ..........”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar