Kamis, 01 Agustus 2013

MELAKUKAN KEHENDAK BAPA SURGAWI

Jika seseorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya, dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
(2 Timotius 2: 21)
                                                
Tuhan ingin memakai hidup kita untuk setiap pekerjaan yang mulia. Kita menjadi orang yang dapat dipercaya Tuhan untuk menjadi pelaksana kehendakNya diwujudkan di bumi. Seberapa jauh  hidup kita dipakai secara  efektif melakukan kehendakNya, ditentukan oleh  hidup kudus. Tuhan hanya mau memakai orang yang  hidup kudus.  Kita dipanggil untuk menyucikan diri dari hal-hal yang jahat di mata Tuhan, sehingga menjadi “Bejana Kemuliaan Allah yang hanya melakukan kehendak Bapa.” 
Ada banyak orang melakukan pekerjaan Tuhan, tapi apakah kelak Tuhan memuji dan berkenan akan apa yang dilakukan itu? Belum tentu. Akan terjadi kelak, bahwa orang-orang yang giat melakukan pekerjaan pelayanan, ternyata  Tuhan tegur, karena sebenarnya tidak melakukan kehendak Bapa.
Melakukan pekerjaan Tuhan dan melakukan kehendak Bapa adalah dua hal yang mirip, tetapi sesunggguhnya berbeda. Tuhan sangat ingin memakai hidup kita, berkarya melalui hidup kita, sehingga kehendak Bapa diwujudkan di dalam kita. Kita melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan apa yang diperintahkanNya. Kita harus jelas membedakan, bukan semata-mata melakukan  pekerjaanNya, karena Tuhan ingin agar kita melakukan kehendak Bapa.
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mukjizat demi namaMu juga?” (Matius 7: 22)
Perhatikanlah, orang-orang ini adalah orang yang melakukan pekerjaan Tuhan.  Ketika  ada orang yang dirasuk setan, mereka mengusir setan dan melakukan pelayanan pelepasan. Mereka melakukannya demi Tuhan Yesus. Sesuatu yang dilakukan  demi nama Tuhan Yesus, sudah pasti melakukan pekerjaan Tuhan Yesus.  Ketika sedang mendoakan orang-orang yang butuh dilayani, nubuatan keluar, sehingga orang-orang yang butuh arahan Roh Kudus mendapat suara Tuhan untuk melangkah dan dikuatkan. Inipun dilakukan demi nama Yesus. Demikian juga pelayanan yang menghadirkan mukjizat. Perbuatan ajaib Tuhan dinyatakan demi nama Yesus. Tetapi apa jawab Tuhan?
“Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripadaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7: 23)
Mengapa hal ini terjadi? Karena Tuhan menyatakan: “Bukan setiap orang yang bereseru kepadaKu : Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di Sorga.” (Matius 7: 21).
Kapan mereka ini mulai melakukan kejahatan? Jawabannya, waktu mereka tidak tahu apa kehendak Bapa yang sesungguhnya, dan melakukan apa yang bukan kehendak Bapa. Ketika awalnya melakukan kehendak Bapa, tetapi lalu selanjutnya muatan keinginan dan ambisi pribadi masuk di dalamnya, celah kejahatan itu mulai terbuka. Ketika Tuhan  memberi peringatan, namun tetap mengedepankan kepentingan sendiri, hal itu semakin membuka lebar peluang bagi kejahatan.
Filipus adalah contoh yang bagus. Dia seorang yang mudah untuk dibelokkan oleh Tuhan, ketika Tuhan memberi arahan baru yang berbeda dari pelayanannya semula. Saat sedang dipakai luar biasa di Samaria mendatangkan lawatan Roh Allah dan mukjizat di Samaria, Tuhan menyuruh pergi ke tempat sunyi, hanya untuk melayani satu orang (Kisah 8: 4-8, 26). Saat mukjizat sedang terjadi luar biasa di Samaria, dan berbondong-bondong orang-orang minta didoakan, malah Filipus pergi hanya untuk satu orang asing yang tidak dikenalnya. Filipus taat. Filipus sedang populer dan jadi orang penting di Samaria di puncak pelayanan saat itu. Sebetulnya cukup alasan untuk dia “memohon Tuhan mengerti, bahwa dia sedang sibuk dengan pelayanan, tolong Tuhan suruh orang lain” untuk urus sida-sida Ethiopia itu. Bukankah sebenarnya Filipus sedang sibuk memberitakan Injil kepada banyak jiwa di Samaria? Jawabannya, ketika Tuhan menyatakan sesuatu, Filipus memilih melakukan kehendak Bapa.
Yesus adalah contoh sebagai Bejana Kemuliaan Allah yang hanya melakukan kehendak Bapa.   Dia tidak melakukan menurut keinginanNya sendiri, melainkan hanya kehendak Bapa. “.....sebab apa yang dikerjakan Bapa, itulah juga yang dikerjakan Anak. .......... sebab Aku tidak menuruti kehendakKu sendiri, melainkah kehendak Dia (Bapa) yang mengutus Aku.” (Yohanes 5: 19, 30).  Yang dikerjakan Yesus seluruhnya adalah kehendak  Bapa.
  • Yohanes 4: 34. MakananKu ialah melakukan  kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya.
  • Yohanes 6: 38. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendakKu, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
  • Yohanes 17: 4. “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya.”
Marilah kita memiliki hati yang selalu bersih dan murni, menjaga diri dan menyucikan dari segala yang jahat di mata Tuhan, sehingga menjadi Bejana Kemuliaan Allah yang melakukan kehendak Bapa senantiasa. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar