MELAKUKAN KEHENDAK BAPA SURGAWI
Jika seseorang
menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot
rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk
dipakai tuannya, dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
(2 Timotius 2: 21)
(2 Timotius 2: 21)
Tuhan ingin memakai hidup kita untuk
setiap pekerjaan yang mulia. Kita menjadi orang yang dapat dipercaya
Tuhan untuk menjadi pelaksana kehendakNya diwujudkan di bumi. Seberapa
jauh hidup kita dipakai secara efektif melakukan kehendakNya,
ditentukan oleh hidup kudus. Tuhan hanya mau memakai orang yang hidup
kudus. Kita dipanggil untuk menyucikan diri dari hal-hal yang jahat di
mata Tuhan, sehingga menjadi “Bejana Kemuliaan Allah yang hanya
melakukan kehendak Bapa.”
Ada banyak orang melakukan pekerjaan
Tuhan, tapi apakah kelak Tuhan memuji dan berkenan akan apa yang
dilakukan itu? Belum tentu. Akan terjadi kelak, bahwa orang-orang yang
giat melakukan pekerjaan pelayanan, ternyata Tuhan tegur, karena
sebenarnya tidak melakukan kehendak Bapa.
Melakukan pekerjaan Tuhan dan melakukan
kehendak Bapa adalah dua hal yang mirip, tetapi sesunggguhnya berbeda.
Tuhan sangat ingin memakai hidup kita, berkarya melalui hidup kita,
sehingga kehendak Bapa diwujudkan di dalam kita. Kita melakukan kehendak
Bapa dan menyelesaikan apa yang diperintahkanNya. Kita harus jelas
membedakan, bukan semata-mata melakukan pekerjaanNya, karena Tuhan
ingin agar kita melakukan kehendak Bapa.
Pada hari terakhir
banyak orang akan berseru kepadaKu: “Tuhan, Tuhan, bukankah kami
bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan
banyak mukjizat demi namaMu juga?” (Matius 7: 22)
Perhatikanlah, orang-orang ini adalah
orang yang melakukan pekerjaan Tuhan. Ketika ada orang yang dirasuk
setan, mereka mengusir setan dan melakukan pelayanan pelepasan. Mereka
melakukannya demi Tuhan Yesus. Sesuatu yang dilakukan demi nama Tuhan
Yesus, sudah pasti melakukan pekerjaan Tuhan Yesus. Ketika sedang
mendoakan orang-orang yang butuh dilayani, nubuatan keluar, sehingga
orang-orang yang butuh arahan Roh Kudus mendapat suara Tuhan untuk
melangkah dan dikuatkan. Inipun dilakukan demi nama Yesus. Demikian juga
pelayanan yang menghadirkan mukjizat. Perbuatan ajaib Tuhan dinyatakan
demi nama Yesus. Tetapi apa jawab Tuhan?
“Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripadaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7: 23)
Mengapa hal ini terjadi? Karena Tuhan
menyatakan: “Bukan setiap orang yang bereseru kepadaKu : Tuhan, Tuhan!
Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan
kehendak BapaKu yang di Sorga.” (Matius 7: 21).
Kapan mereka ini mulai melakukan
kejahatan? Jawabannya, waktu mereka tidak tahu apa kehendak Bapa yang
sesungguhnya, dan melakukan apa yang bukan kehendak
Bapa. Ketika awalnya melakukan kehendak Bapa, tetapi lalu selanjutnya
muatan keinginan dan ambisi pribadi masuk di dalamnya, celah kejahatan
itu mulai terbuka. Ketika Tuhan memberi peringatan, namun tetap
mengedepankan kepentingan sendiri, hal itu semakin membuka lebar peluang
bagi kejahatan.
Filipus adalah contoh yang bagus. Dia
seorang yang mudah untuk dibelokkan oleh Tuhan, ketika Tuhan memberi
arahan baru yang berbeda dari pelayanannya semula. Saat sedang dipakai
luar biasa di Samaria mendatangkan lawatan Roh Allah dan mukjizat di
Samaria, Tuhan menyuruh pergi ke tempat sunyi, hanya untuk melayani satu
orang (Kisah 8: 4-8, 26). Saat mukjizat sedang terjadi luar biasa di
Samaria, dan berbondong-bondong orang-orang minta didoakan, malah
Filipus pergi hanya untuk satu orang asing yang tidak dikenalnya.
Filipus taat. Filipus sedang populer dan jadi orang penting di Samaria
di puncak pelayanan saat itu. Sebetulnya cukup alasan untuk dia “memohon
Tuhan mengerti, bahwa dia sedang sibuk dengan pelayanan, tolong Tuhan
suruh orang lain” untuk urus sida-sida Ethiopia itu. Bukankah sebenarnya
Filipus sedang sibuk memberitakan Injil kepada banyak jiwa di Samaria?
Jawabannya, ketika Tuhan menyatakan sesuatu, Filipus memilih melakukan
kehendak Bapa.
Yesus adalah contoh sebagai Bejana Kemuliaan Allah yang hanya melakukan kehendak Bapa. Dia tidak melakukan menurut keinginanNya sendiri, melainkan hanya kehendak Bapa. “.....sebab apa yang dikerjakan Bapa, itulah juga yang dikerjakan Anak.
.......... sebab Aku tidak menuruti kehendakKu sendiri, melainkah
kehendak Dia (Bapa) yang mengutus Aku.” (Yohanes 5: 19, 30). Yang
dikerjakan Yesus seluruhnya adalah kehendak Bapa.
- Yohanes 4: 34. MakananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya.
- Yohanes 6: 38. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendakKu, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
- Yohanes 17: 4. “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar