Kisah Para Rasul1:9-11
Sesudah Ia mengatakan
demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya
dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia
naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat
mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah
kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga
meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti
kamu melihat Dia naik ke sorga.”
• Seringkali perpisahan, baik untuk
sementara waktu atau untuk selamanya selalu disertai dengan air mata,
tidak ada kebahagiaan dan tidak ada sukacita dalam sebuah perpisahan,
yang ada hanyalah kesedihan dan air mata.
• Namun lain halnya dengan Tuhan Yesus
dan Murid-murid-Nya, peristiwa Kematian-Nya yang luar biasa,
Kebangkitan-Nya yang menggoncang dunia dan Kunjungan-Nya kepada
murid-muridNya selama 40 hari yang mengagetkan murid-murid-Nya dan
membuat murid-murid-Nya bersukacita.
• Lalu tibalah waktunya untuk berpisah,
namun perpisahan Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya tidak disertai dengan
air mata, tidak ada kesedihan, tidak ada kemuraman dan dukacita.
Lukas 24:50-53
50. Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
51. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke Sorga.
52. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang
ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
53. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.
Poinnya adalah ayat 52: “Mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.” Mereka
tetap bersukacita walaupun harus berpisah dengan Tuhan Yesus. Hal
tersebut harus kita contoh, mengapa? Karena hidup manusia banyak
diwarnai dengan perpisahan, dan harusnya setiap perpisahan tersebut
tidak boleh menggeser sukacita anak-anak Tuhan, karena sukacita
anak-anak Tuhan adalah sukacita abadi.
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Lukas 24:52, “Mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.”
Mengapa mereka bersukacita?
1. KARENA TUHAN YESUS PERGI UNTUK KEMBALI
Kisah Para Rasul 1:11,
“Dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu
berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga
meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti
kamu melihat Dia naik ke sorga.”
Perpisahan dengan Tuhan Yesus
bukan merupakan kesedihan dan dukacita, tapi perpisahan dengan Tuhan
Yesus merupakan suatu sukacita, karena Dia pergi untuk kembali.
2. KARENA TUHAN YESUS PERGI UNTUK MENYEDIAKAN TEMPAT
BAGI ORANG-ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA.
Yohanes 14:1-4
a. Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga
kepada-Ku.
b. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu
Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
c. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat
bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-
Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
d. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”
Ayat tersebut di atas menyatakan bahwa:
- Bagian kita adalah Sorga karena kita sudah ditentukan untuk tinggal di Sorga.
- Membuktikan bahwa Sorga itu nyata dan bukan isapan jempol belaka.
3. KARENA KEPERGIAN-NYA DAN
KEDATANGAN-NYA KEMBALI MEMBUKTIKAN BAHWA YESUS ADALAH TUHAN DAN
JURUSELAMAT YANG BERKUASA ATAS SEGALANYA.
Anugerah Keselamatan tidak akan
pernah sempurna tanpa kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga dan tanpa
kedatangan-Nya kembali. Kepergian-Nya dan Kedatangan-Nya kembali
membuktikan dan menyatakan bahwa Dia adalah Sang Penguasa atas segala
sesuatu di muka bumi ini.
4. KARENA MEREKA DAPAT MEMPERSIAPKAN KEDATANGAN TUHAN YANG KEDUA KALI
Yesus ini, yang terangkat ke sorga
meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti
kamu melihat Dia naik ke sorga (Kisah Para Rasul 1:11).Kita sangat yakin dan percaya dengan Firman Tuhan di atas bahwa Dia pasti datang kembali.
Dan apabila Aku telah pergi ke situ
dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan
membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun
berada (Yohanes 14:3).
Sebagai Orang Percaya, kita harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali, yaitu:
- Tetap setia dan setia sampai mati (Wahyu 2:10)
- Giat dalam melayani Tuhan dan sesama (1 Korintus 15:58)
- Menjaga diri supaya tidak tercemar oleh dunia (Efesus 5:5)
- Berjaga-jaga kedatanganNya seperti pencuri (1 Tesalonika 5:1-3,
Matius 25:1)
Janganlah takut, karena Dia menyertai
kita saat ini dan hendaknya kita semua berbahagia karena Dia pergi untuk
kembali. Haleluya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar